Desa Candimulya Alokasikan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Agar mobilitas warga lancar sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal, Desa Candimulya, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah rusak.....

BUMDes Desa Tambakmas Berdayakan Masyarakat Melalui Unit Usaha Cor Beton

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merupakan desa yang menonjol dibidang pertanian dan holtikultura.......

Desa Mejayan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Warga

FORUM JURNALIS MADIUN, MEJAYAN - Sebagai jantung Ibu Kota Kabupaten Madiun, desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun dalam melaksanakan pembangunan desa .....

BUDIDAYA BIBIT IKAN GURAMI DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Ikan Gurami merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komuditi perikanan air tawar yang cukup tinggi .....

PETANI CENGKEH DI DESA TILENG BUTUH CAMPUR TANGAN PEMKAB MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujannya .....

Showing posts with label potensi desa. Show all posts
Showing posts with label potensi desa. Show all posts

Saturday, 7 October 2017

DESA BULU TERAPKAN POLA DAN PERILAKU MELAYANI MASYARAKAT

Ketua BPD  Soegeng Purwanto , Sekertaris Desa, Salam dan perangkat Desa Bulu beserta masyarakat
Forum Jurnalis Madiun, Pilangkenceng - Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun menerapkan pola dan perilaku melayani masyarakat dengan cepat.

Kepala Desa Bulu,Ismilah Suciati S,Sos meminta agar  perangkatnya di lingkungan  pemerintah Desa  mengubah pola perilaku  selalu melayani masyarakat dengan benar dan cepat,permintaan itu di tujukan seluruh perangkat Desa Bulu.

”Saya minta seluruh perangkat Desa Bulu mengubah pola perilaku yakni  dari di layani  menjadi melayani,artinya sebagai perangkat Desa harus memahami kebutuhan dan harapan masyarakat, kapanpun dan apapun kepentinganya masyarakat menjadi kewajiban Pemerintah Desa,” Ujar Kepala Desa Ismilah Suciati.

Selain itu,menurut Kepala Desa Bulu Ismilah Suciati juga istri anggota DPRD Kabupaten Madiun  3 periode,yang sering mengurus surat seperti KTP, surat keterangan miskin, SKCK, surat untuk pinjaman di Bank misalakan BRI dan lain-lainya,tidak ada keluhan di masyarakat.

Program yang sedang berjalan saat ini Dana Desa (DD) tahap ke 1 sudah 100% selesai,sedangkan tahap ke 2 sudah 75% ,yang paling lama pekerjaan Kantor Desa,tetapi satu bulan selesai.

Sementara ketua BPD, Soegeng Purwanto,SE menjelaskan  peran  BPD selama ini pengawasan Pemerintah Desa dalam pembangunan,selama ini BPD ,LPMD ( lembaga pemberdayaan masyarakat desa)dan Pemerintah Desa Bulu tidak ada masalah selalu koordinasi.

” Harapan ke depan untuk Desa Bulu  untuk pelayananya  untuk di tingkatkan,yang jelas harus lebih baik karena ketiga lembaga seperti BPD,LPMD dan Pemerintah Desa Bulu  mendukung programnya,” jelas Soegeng Purwanto.

Lebih lanjut,Ketua BPD Soegeng menjelaskan sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Desa  BPD di pilih berdasarkan usulan masyarakat Desa yang bersangkutan,sedangkan BPD  berfungsi menetapkan peraturan Desa bersama Kepala Desa menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
 
Sekertaris Desa Bulu Salam ,juga menambahkan bagian unsur pemerintah yang terdiri dari Sekdes dan perangkat Desa lainya yang merupakan aparatur Pemerintah Desa di bawah naungan Kepala Desa,adapun perangkat Desa lainya yaitu Kasun Bulu 1 Damiran,Kasun Bulu 2 Supadi,Kasun Bulu 3 Salimo,kaur pemerintahan Sumadi,Kaur pembangunan Suyadi dan Modin Sumadi.

Dalam memberi pelayanan kepada masyarakat Desa Bulu patut di acungi jempol,pasalnya jumlah  masyarakat mencapai ribuan penduduk di layani dengan cepat mudah dan nyaman,sehingga masyarakat yang datang ke kantor Desa untuk mengurus  keperluan administrasi maupun lainya tidak merasa kecewa dan di layani seluruh perangkat Desa dan Kepala Desa dengan baik (*)

Sumber Berita ; Jagad Pos

Dana Desa Kebonagung Di Manfaatkan Untuk Pembangunan 12 Titik

Kepala Desa Kebonagung, Alex Susanto
Forum Jurnalis Madiun, Mejayan - Pemanfaatan Dana Desa (DD) yang bersumber dari Pemerintah Pusat di Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun di gunakan untuk pembangunan infrastruktur fisik di 12  titik.

” Kami upayakan  ADD dan DD serta dana bagi hasil APBdes di Desa Kebonagung untuk pembangunan fisik di 12 titik, “ jelas  Kepala Desa Kebonagung, Alex Susanto.

Menurutnya, 12 titik tersebut diantaranya, 3 titik untuk papingisasi Dusun Wates dengan dana Rp 90 juta, Dusun Gondang dengan dan 85 juta, drainase Dukuhan Godang  dengan dana 70 juta, jembatan satu titik penghubung 4 dusun Gonalan ,Wates dan Godang dengan dana 15 juta, satu titik pintu sadap Dukuh Wates dengan dana 20 juta, dan 4 RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) per rumah Rp 7,5 juta , 3 rumah di RT. 5 dan satu titik Rt 4.

Lebih lanjut dikatakan Alex, pengunaan Dana Desa untuk 12 titik itu sesuai dengan hasil kesepakatan masyarakat dan pekerjaanya di lakukan masyarakat Desa Kebonagung, dengan harapan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

“  Pada dasarnya dengan sarana jalan yang pelaksanaanya  sudah 30 % lebih,tarjet tidak sampai 3 bulan selesai Karena semua tim TPK maupun BPD ,masyarakat Desa Kebonagung ikut di libatkan, “ pungkasnya. (*)

Sumber Berita ; Jagad Pos

SLAMATAN DAN WAYANGAN SEBAGAI WUJUD SYUKUR WARGA DESA DEMPELAN

Segenap Perangkat dan Keamanan Waktu Selamatan dan Wayangan
Forum Jurnalis Madiun, Madiun - Sudah menjadi agenda rutin tahunan setiap setahun sekali mengadakan kegiatan selamatan dan wayangan di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun. Acara ini merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan YME telah memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Desa Dempelan.

Dalam acara syukuran dan wayangan atau acara adat istiadat desa Dempelan ini dihadiri oleh Kades Dempelan Mujiono, S.Sos, LPKMD, BPD, Camat Madiun Supriyadi, Kapolsek Madiun / Muspika Madiun, Ketua RT, RW (Kasun) se desa Dempelan, Tokoh Masyarakat dan warga masyarakat desa Dempelan.

Kades Dempelan Mujiono, S.Sos, bersama Dalang Rumiyati dari Magetan
Pelaksanaan acara adat istiadat Desa Dempelan berlangsung dua hari. Untuk hari pertama, diadakan kegiatan selamatan dan pengajian  bertempat di halaman balai Desa Dempelan yang berlangsung sangat meriah dan warga masyarakat Desa Dempelan sangat antusias mengikuti acara selamatan danpengajian tersebut.

Sedangkan untuk hari kedua diadakan hiburan wayang kulit dengan ki dalang perempuan Rumiyati dari Magetan. Dengan lakon “Dewa Ruci” untuk acara wayangan ini juga tidak kalah meriahnya, karena warga Desa Dempelan telah memadati halaman Balai Desa Dempelan untuk melihat pagelaran wayang kulit tersebut dengan penuh khitmat dan antusias, dengan demikian pelaksanaan selamatan dan wayangan (adat istiadat ) tahunan di Desa Dempelan sangat didukung masyarakatnya.
 
Desa Dempelan jumlah penduduknya terdiri dari laki-laki 1.666 jiwa dan perempuan 1.658 jiwa. Jadi total jumlah penduduknya 3.324 jiwa. Sedangkan batas wilayah Desa Dempelan sebelah barat kelurahan Pilangbango kota Madiun, sebelah timur hutan Wungu, sebelah selatan Desa Nglanduk sebelah utara Desa Nglambangan.

Adapun pengurus Desa Dempelan adalah Kepala Desa : Mujiono, S.Sos, Sekretaris Desa : Darminto, Staf urusan keuangan : Warsinah, staf urusan pemerintahan : Bashori, staff urusan umum : Indra Tri Nuryadi, Kasun I Saimun, Kasun III Sumilan, Kasun IV Geri Sutoyo, Modin : Bambang Prastiono dan Uleng : Tatik Puji Rahayu.

Sedangkan pengurus BPD Desa Dempelan Ketua : Marno, Wakil Ketua : Prawoto, Sekretaris: Priyanto, Bendaharan : Samsudin, Anggota Warni, Warsi, Slamet Kardoyo, Sabar dan Supar.
Semua perangkat desa, lembaga desa, dan masyarakat desa Dempelan selalu saling kerjasama, saling tolong menolong, saling bahu membahu untuk membangun desanya agar tambah maju dan sejahtera (*).

Sumber Berita ; Suara Media Nasional

Dana Desa Tahun 2016 Di Gunakan Untuk Pembangunan Talut

Kepala Desa Banaran Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Hariyono.
Forum Jurnalis Madiun, Balerejo -  Priroritas penggunaan Dana desa  di bidang infrastruktur  terus di manfaatkan. Salah satunya untuk pembangunan talut desa. 

Seperti yang dilaksanakan di Desa Banaran, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. pembangunan infrastruktur talut desa dilakukan karena di desa tersebut menjadi prioritas sebagai salah satu upaya pencegahan banjir  dan longsor pada musim penghujan melalui pembangunan talut.

“ Pembangunan  talut ini sudah berdasarkan musyawarah Desa (Musdes) yang rutin di jalankan,” jelas Kepala Desa Banaran Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Hariyono.

Ia menambahkan, untuk melakukan pembangunan talut yang bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2016 itu di bagi secara merata, yaitu pembanguan talut dengan panjang 280 meter yang menjadikan salah satu program pembangunan dana Desa oleh masyarakat Desa Banaran.

”Seperti amanah proyek pembanguan talut ini di kerjakan oleh masyarakat secara adat karya atau swakelola,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, tradisi gotong royong masih melekat di Desa Banaran, karena masyarakat  dengan kerja bersama-sama  warisan leluhur menjadikan gotong royong  senantiasa terpatri di sanubarinya.

 ” Antosias warga Desa Banaran kami dalam kegiatan gotong royong untuk kepentingan umum masih tinggi,apalagi program DD tenaganya asli masyarakat sini,” pungkasnya.(*)

Sumber Berita ; Jagad Pos

Saturday, 23 September 2017

Anyaman Plastik “ Srikandi “ Desa Singgahan Bisa Tembus Pasar Ekspor

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI – Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun memang cukup potensial. Hal itu terlihat dari keberhasilan kelompok anyaman plastik “ Srikandi “ desa setempat, yang telah menghasilkan berbagai produk kerajinan berbahan anyaman plastik yang menarik serta memiliki corak dan model baru.

Bahkan, anyaman tas plastik yang diproduksi tersebut pernah diikut sertakan dalam event Gebyar Pasar Murah tingkat Kabupaten. Selain itu produk anyaman plastik ini juga pernah meraih juara 1 tingkat Kabupaten Madiun dalam bidang  Peningkatan Kesejahteraan Keluarga. 

“ Awalnya kita nyoba – nyoba dulu terus kita tawarkan, kalau nanti konsumen mau baru kita buat sesuai jumlah orderan, “ jelas Siti Munifah, Ketua kelompok anyaman plastik “ Srikandi “ Desa Singgahan, Kebonsari, Madiun.

Ia menjelaskan, produk kelompok yang kini beranggota 25 perajin dari desa itu sejak terbentuk di tahun 2014 lalu, sudah melayani pesanan dari berbagai kota hingga luar pulau jawa. Seperti Madiun, Ponorogo, Sumatera, Kalimantan, Jakarta, Bali, bahkan hingga tembus pasar ekspor Taiwan dan Hongkong. Selain itu juga melayani pesanan konsumen sekitar Desa Singgahan.

Lebih lanjut dikatakan, produk anyaman plastik dari Desa Singgahan saat ini sudah ada 18 macam produk, 4 diantaranya adalah model terbaru. Yakni, tas tipis L 4, tas tipis L 5, tas tipis L 6, tas kranjang K, tas kranjang T, tas kranjang B, tas kranjang j, tas kranjang sj, tas yasinan, tas dinas, tas syahrini, tas dorno K, tas dorno B dan kotak tisu. Sementara tas model baru yakni, tas dekopit, kotak tisu kaca, tas unyu – unyu dan tas PKK.

“ Selain memenuhi pesanan dari para konsumen, kita juga memasarkannya secara online melalui media sosial, dan untuk harga produk anyaman plastik khas Desa Singgahan ini bervariasi antara Rp. 4 ribu hingga Rp. 50 ribu, “ jelasnya.

Sementara itu Pemerintah Desa Singgahan pun mendukung penuh keberadaan kelompok anyaman plastik ini, dengan memfasilitasi  memberikan pelatihan baik dari desa maupuan Pemerintah Kabupaten Madiun.

“ Pemerintah Desa selalu mendukung dengan menganggarkan dana ADD maupun DD untuk pelatihan setiap tahunnya, jadi mulai anggota kita baru 16 orang, kemudian terus ada penambahan anggota baru hingga saat ini berjumlah 25 orang terus didukung oleh Pemerintah Desa Singgahan, “ pungkasnya. (*).

Sumber Berita ; Jatim Pos

Monday, 4 September 2017

Karang Taruna Punya Usaha Pupuk Organik


FORUM JURNALIS MADIUN, BALEREJO - Kreatif Karang Taruna Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, patut ditiru. Pasalnya, organisasi kepemudaan tingkat desa ini, menjalankan bisnis  pembuatan pupuk organik di bawah bimbingan BUMDes.

Menurut Kepala Desa  Mojorejo H. Mustakim, untuk pembuatan pupuk organik, selain pembuatannya relatif mudah, bahan bakunya murah dan mudah didapatkan.

"Bahannya kotoran sapi dan mudah didapat. Selain managementnya sederhana, pangsa pasarnya mudah dan banyak yang membutuhkan,” terang H. Mustakim.

Menurutnya lagi, selain bahannya melimpah karena tiap KK ada yang mempunyai sapi 4-6 ekor, di Desa Mojorejo ada kelompok ternak "Seneng Makmur" yang memelihara 186 ekor sapi.

"Sebenarnya Desa Mojorejo  banyak faktor yang banyak bisa menjadi tonggak kemajuan ekonomi. Misalnya masyarakat sudah membuat kripik tempe,kripik pisang dan lainnya," tambahnya.

Sementara itu ketika disinggung mengenai dana desa (DD), menurutnya sebagian dana dari pemerintah pusat itu untuk membangun drainase yang sekarang pekerjaanya hampir 70% dan RTLH (rumah tidak layak huni) milik warga bernama Slamet. "Kalau rumah pak Slamet, kita bangun dari nol komplit MCK dengan anggaran Rp 12 juta,” terangnya. (*).
Sumber Berita : beritalima.com

Wednesday, 30 August 2017

Desa Candimulya Alokasikan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

Kepala Desa Candimulya, Elya Widi Astuti, SE sedang meninjau pengaspalan jalan di Desanya
FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Agar mobilitas warga lancar sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal, Desa Candimulya, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah rusak.

Ditahun 2017 ini, ada beberapa titik yang sudah rampung pembangunannya seperti rabat jalan di RT. 9, Dusun Jatirejo. Rabat jalan dengan panjang 195 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalannya 12 centimeter ini menelan dana sekitar Rp. 50 juta rupiah.

Saat ditemui, Setiyono, Kasun Ngendel menjelaskan, program pembangunan ini bisa dilaksanakan bermula dari Musyawarah Dusun (Musdus) dan dibawa ketingkat desa dan di tentukan melalui skala prioritas. "Jadi untuk proyek ditahun 2017 ini adalah hasil dari musyawarah ditajun 2016," ujarnya.

Selain di Dusun Jatirejo, Dusun Bulu juga dilaksanakan proyek pengaspalan jalan. Proyek ini bisa direalisasi dengan anggaran Rp. 100 juta diambilkan dari Dana Desa. "Selain itu pembangunan jalan juga dilaksanakan di Dusun Krajan, ninggal jalan PU. Perbaikan pun bervariasi mulai dari 0 hingga 50 persen," tegasnya.

Kasun Ngendel dan juga dipercaya menjadi Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) ini menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah karena kekompakan dari tim TPK "Kita  tidak bisa bekerja sendiri, kita butuh tim untuk berhasil," tegasnya.

Sementara, Elya Widi Astuti, SE, Kades Candimulya, mengatakan Desa Candimulya terdiri dari 5 Dusun dan hasil musyawarah dusun yang dirangkum di tingkat desa untuk tahun 2017 ini, Dusun Krajan mengajukan perbaikan aspal jalan. Untuk Dusun Sidowayah pengaspalan jalan sudah bisa direalisasi.

Selain itu, Dusun Bulu mengajukan perbaikan jalan dan drainase "Untuk Dusun Jatirejo mengajukan pengaspalan jalan dan rabat karena diliwati tonase berat. Sedangkan di Dusun Ngendel mengajukan drainase dan sekaran jalan sudah dihotmix," tegasnya.

Diharapkan, semua kebutuhan masyarakat bisa tercover sesuai dengan skala prioritas yang sudah ditetapkan. "Saya bangga, masyarakat Desa Candimulya sudah paham mana yang harus didahulukan sehingga memudahkan kita untuk mengatur pelaksaannya," pungkas Kades Candimulya. (*).

Sumber Berita ; Radar Indonesia

BUMDes Desa Tambakmas Berdayakan Masyarakat Melalui Unit Usaha Cor Beton

Kepala Desa Tambakmas, Sugeng Wibowo, S.Pd
FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merupakan desa yang  menonjol dibidang pertanian dan holtikultura. Namun setelah mendapatkan kucuran dana melalui Anggaran Dana Desa (ADD) yang dimasukan dalam program pemberdayaan masyarakat, Geliat usaha di Desa Tambakmas mulai terasa dengan munculnya industri rumahan yaitu Kue Manco dan Gula Merah (Gula Mangkok).

Pengembangan potensi desa terus dilakukan, melalui BUMDes, Desa Tambakmas membuka usaha dengan memproduksi cor beton. Saat ditemui diruangannya, Sugeng Wibowo, S.Pd, Kades Tambakmas mengatakan bahwa sebenarnya di Desa Tambakmas sudah banyak pengusaha cor beton, bahkan ada sekitar 7 pengusaha dan produksinya semua laku namun karena dirasa prospek usaha sangat dibutuhkan maka pihak desa menganggarkan melalui APBDes untuk penambahan pengadaan alatnya. "Usaha ini juga menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 5 orang," ujarnya.

Dilanjutkan, apalagi saat ini, Desa Tambakmas tengah mendapatkan Bantuan Khusus Kabupaten (BKK) untuk pembangunan irigasi di Dusun Sriket, maka produksi cor beton ini didropkan kelokasi tersebut. "Saat ini kami produksinya kami fokuskan untuk mengcover kebutuhan desa atau pembangunan irigasi," lanjutnya.

Kades Tambakmas menceritakan, pada awalnya unit BUMDes ini hanya punya 5 cetakan, karena dirasa mempunyai prospek yang menjanjikan, maka tahun ini ditambah lagi 5 cetakan yang dianggarkan melalui APBDes. "Sementara ini produksinya mencapai 40 biji per hari," tegas Sugeng Wibowo.

Diharapkan, unit usaha dari BUMDes ini bisa terus berkembang dan bisa menyerap tenaga lokal yang lebih banyak. Diharapkan pula hasil produksi ini akan ditawarkan ke desa-desa lainnya agar mau memakai produk dari Desa Tambakmas saat mengerjakan proyek irigasi didesanya. "Kami akan jaga mutu produksi sehingga layak digunakan apabila desa lain membutuhkan," pungkas Sugeng Wibowo, S.Pd, Kades yang murah senyum ini pada Media Radar Indonesia. (*).

Sumber Berita ; Radar Indonesia

Sunday, 27 August 2017

Masyarakat Desa Sukorejo Antusias Ikuti Jalan Sehat HUT RI

FORUM JURNALIS MADIUN, SARADAN - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke - 72 tahun 2017, Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun menyelenggarakan acara jalan sehat bersama  yang dipusatkan di lapangan Desa Sukorejo, Minggu (27/8/2017).

Antusias warga pun meningkat, hampir semua warga ikut berpartisipasi, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua. Sebelum jalan sehat dimulai, sejak  pukul. 06.00 WIB tampak masyarakat sudah mulai berkumpul di lapangan desa setempat dan melakukan pemanasan dengan mengikuti senam bersama. 

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 menjadi momen penting untuk menjaga kekompakan dan kerukunan bersama di Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Selain menambah rasa nasionalisme, kegiatan jalan sehat bersama yang digelar ini diharapkan menjadi ajang warga dari anak-anak hingga orang tua untuk berpartisipasi dalam peringatan HUT RI dan menunjukkan kekompakan demi terjalinnya kerukunan bersama di Desa Sukorejo.

Sementara Kepala Desa Sukorejo, Kushadianto memberangkatkan langsung acara jalan sehat bersama tersebut dan langsung berbaur dengan masyarakat untuk menyusuri rute jalan sehat yang telah ditentukan oleh panitia. 

Acara jalan sehat bersama pun semakin meriah setelah para peserta sampai finis dengan membawa bendera merah putih yang dilekati kupon undian yang telah dibagikan oleh panitia di rute jalan sehat. Lebih meriah lagi setelah digelar pengundian door prize. Berbagai hadiah menjanjikan mulai dari mesin cuci, kulkas, sepeda, televisi, kipas angin, dan dispenser serta puluhan hadiah lainnya pun dibagikan kepada pemilik kupon dengan nomor undian yang beruntung. 

“ Semoga acara jalan sehat bersama ini berjalan lancar dan bisa menambah kerukunan bersama dan semoga acara seperti ini berlanjut di tahun depan menjadi lebih baik lagi, “ ungkap Kepala Desa Sukorejo, Kushadianto di hadapan puluhan peserta sebelum diberangkatkan. 

Menurut dia, di tahun yang akan datang, Pemerintah Desa Sukorejo juga berharap dapat menggelar kegiatan yang lebih baik sembari terus menjaga kekompakan dan kerukunan masyarakat Desa Sukorejo. 

“ Dengan adanya kegiatan  jalan sehat bersama ini diharapkan dapat mempererat persatuan dan kesatuan. Apalagi kegiatan ini diadakan untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 72, sesuai dengan temanya, Indonesia Kerja Bersama, kita kompak kerjasama menjalin kerukunan bersama, “ pungkasnya. (*).

Sumber Berita ; Jatim Pos

Friday, 25 August 2017

Desa Mejayan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Warga

Kepala Desa Mejayan, Titik Handayani
FORUM JURNALIS MADIUN, MEJAYAN - Sebagai jantung Ibu Kota Kabupaten Madiun, desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun dalam melaksanakan pembangunan desa selalu memperhatikan untuk kepentingan bagi warganya, baik itu pembangunan infrastruktur fisik maupun dalam tata ruang pembangunan sarana dan prasarana lainya selalu difikirkan matang dan terencana.

Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan yang memiliki luas wilayah desa 273 hektar. Jumlah penduduk desa Mejayan sebanyak 5.250 jiwa yang terbagi dalam 5 dusun, yaitu dusun Sumber Suko, dusun Gendoman dan Mejayan, dusun Sanggrahan dan Ngrubahan, dusun Porong serta dusun Krunggahan. Letak geografis desa Mejayan yang berada dipusat Kabupaten Madiun sangat strategis. Batas wilayah desa Mejayan berbatasan dengan desa disebelah selatan desa Sidodadi sama desa Klecorejo, disebelah barat desa Pandean sama Kelurahan Bangunsari, disebelah timur desa Ngepeh sama desa Kaligunting, dan disebelah utara desa Bajulan sama Kelurahan Bangunsari.

Mayoritas penduduk desa tersebut bekerja sebagai PNS, Pedagang dan petani. Masyarakat Desa Mejayan memiliki beberapa olahan makanan yang dihasilkan dari UMKM,  sebagai penghasil produk olahan makanan, seperti ; Golang-galing, keripik tempe, kerupuk dan keripik usus.’’ Kata Kepala desa Mejayan, Titik Handayani.

Pembangunan Paving di Desa Mejayan
Lebih lanjut dikatakan Kepala Desa Mejayan, Titik Handayani , bahwa dalam pelaksanaan kegiatan Dana Desa ( DD ) tahap pertama untuk tahun 2017 ini desa Mejayan telah membangun untuk beberapa titik infrastruktur fisik, seperti ; Pembangunan Drainese 4 titik yang berlokasi didusun Krunggahan 1 titik, didusun Ngrubahan 1 titik, didusun Sanggrahan 1 titik dan didusun Mejayan 1 titik. Kemudian untuk pembangunan paving jalan dan pembangunan BUMDes.

Selain itu untuk membantu warga masyarakat desa yang tidak mampu, khususnya bagi masyarakat yang mempunyai rumah tidak layak huni ( RTLH ) desa Mejayan telah membangun 2 tempat RTLH yang berada didusun Gendoman satu rumah dan yang berada didusun Porong satu rumah.’’ Ujar Kepala desa Mejayan, Titik Handayani. 

Dengan adanya pembangunan yang bersumber dari DD ini sangat membantu sekali hasil yang dirasakan oleh warga masyarakat desa Mejayan, dulunya sebelum ada pembangunan seperti Drainese ini desa Mejayan sering untuk dijadikan langganan banjir apabila musim hujan, tetapi setelah ada pembangunan Drainese masyarakat sudah tidak kwatir lagi akan adanya banjir,’’ Tambahnya.

Kepala desa Mejayan, Titik Handayani , berharap Dana Desa itu nanti tidak hanya untuk sarana dan prasarana saja, akan tetapi juga bisa untuk digunakan pemberdayaan dan untuk meningkatkan SDM warga desa Mejayan yang sesuai dengan visi dan misinya. Pembangunan desa skala prioritas desa, yang hasilnya bisa untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warganya.’’(*).   
   
Sumber Berita ; Lensa Nasional

Tuesday, 22 August 2017

BUDIDAYA BIBIT IKAN GURAMI DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Kebonsari, Ana Setyawati
FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Ikan Gurami merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komuditi perikanan air tawar yang cukup tinggi dilihat dari permintaannya yang cukup besar dan harganya yang relatif tinggi di bandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan Mas,Nila,dan Tawes serta merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi. 

Bagi masyarakat umum ikan ini di pandang dan biasanya di sajikan pada acara-acara penting oleh sebab itu tidak mengherankan apabila ikan Gurami menjadi salah satu komuditi unggulan di sektor perikanan air tawar. Umumnya budidaya  ikan Gurami masih di laksanakan oleh masyarakat dengan tehnologi semi sensitif. 

Masa pemeliharaannya relatif lama sehingga di lakukan dalam beberapa tahapan yaitu tahap pembenihan,tahap pendederan,dan tahap pembesaran di mana pada masing-masing tahapan menghasilkan produk yang dapat di pasarkan secara tersendiri.

Bapak Edi Sujarwo Beserta Kolamnya
Seperti halnya yang di lakukan oleh Bapak Edi Sujarwo yang ada Dusun Jomblang Rt 8,Rw IV di Desa Sidorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun,beliau hanya mampu membudidayakan pembenihan dan pembesaran selama 2-3 bulan untuk di pasarkan padahal usahanya ± sudah 7 tahunan.

“ Karena terkendala modal usaha maka saya hanya bisa membeli telurnya saja mas untuk di tetaskan dan itupun pesan telurnya dari daerah Kota Purwakarta.untuk telur Gurami per paket dengan jumlah 10.000 telur dengan harga Rp 400.000,- sedangkan untuk pemasarannya bibit Gurami umur 2-3 bulan saya masih di ambil para tengkulak dengan harga Rp 700,- per ekor.” Kata Edi Sujarwo.

Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Ibu Ana Setyawati saat di konfirmasi Hari Senin ( 31/7/2017 ) mengatakan Dengan jumlah penduduk  ± 4.000 jiwa dan di bagi 5 Dusun banyak sekali UMKM – UMKM di desa sini seperti Budidaya Bibit Ikan Gurami dan untuk ke depannya Pemerintah Desa akan memberikan fasilitas-fasilitas saja, karena selama ini belum ada UMKM  -UMKM yang terkoordiner untuk membentuk suatu kelompok.

" Maka dari itu kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas terkait agar membantu memberikan Pelatihan – Pelatihan, tambahan Modal Usaha, Alat – Alat Produksi, serta Pemasarannya agar mereka bisa bersaing dan di kenal dengan Daerah –Daerah serta tidak menutup kemungkinan akan menjadikan tambahan Ekonomi bagi masyarakat kami, " pungkasnya.   ( * )

Sumber Berita  ; SKM Metro Jatim

PETANI CENGKEH DI DESA TILENG BUTUH CAMPUR TANGAN PEMKAB MADIUN

Kepala Desa Tileng Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, Miratnu
FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujannya. Cengkeh dimanfaatkan antara lain sebagai rempah-rempah penyedap makanan dan bahan campuran rokok kretek. 

Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh tinggi 10 – 20 meter mempunyai daun lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya, tangkai buah pada awalnya berwarna hijau dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkeh akan di panen jika umur ± 7 tahun dan sudah mencapai panjang 1,5 – 2 cm.

Seperti halnya yang ada di desa Tileng Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, disalah satu penduduk yang bernama Bapak Nuri  selain menjadi perangkat desa beliau juga petani cengkeh. “ Rata-Rata 80 % penduduk  sini mempunyai tanaman cengkeh mas untuk menambah penghasilan ekonomi meskipun hanya 1 tahun sekali panen. “ Kata beliau kepada wartawan Metro Jatim hari senin ( 24/07/2017).

Bapak Nuri Dan Tanaman Cengkeh di kebun miliknya
Kepala Desa Tileng Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, Miratnu saat dikonfirmasi mengatakan “ Dengan jumlah penduduk  ± 1.500 Jiwa dan di bagi 3 dusun rata- rata mereka petani cengkeh karena tempat ini tidak bisa ditanami padi, sedangkan penjualannya mereka masih di ambil oleh para tengkulak – tengkulak, untuk harga cengkeh basah mereka membeli per kilo gram  ± Rp. 30.000,- sedangkan yang kering     ±  Rp. 100.000,-.

 “ Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas terkait agar campur tangan membantu untuk membudidayakan tanaman cengkeh ini melalui pelatihan-pelatihan dari bibit sampai cara tanam yang baik supaya nanti bisa panen dengan hasil yang baik pula dan bisa menjadi produk unggulan desa sini serta  mengkoordiner untuk pemasarannya supaya tidak dijual kepada tengkulak-tengkulak ” lanjut beliau. (*)

Sumber Berita ; SKM Metro Jatim

PKK DESA BENER CIPTAKAN HOME INDUSTRI PANGAN OLAHAN

Sekdes Sri Suyani dan Waka PKK Desa Bener, Siti Rohmatun  menunjukkan Kue Lekker Holland produksinya
FORUM JURNALIS MADIUN, SARADAN -  Perekonomian merupakan ujung tombak kelangsungan hidup dan kehidupan khususnya dalam suatu keluarga. Apabila perekonomian mapan dapat dipastikan kondisi keluarga akan aman. Era globalisasi saat ini, ekonomi keluarga tidak hanya dibebankan kepada suami selaku kepala keluarga namun istri diharapkan mampu mengimbangi dalam rangka menciptakan keluarga sejahtera dengan taraf ekonomi mapan. Untuk perlu adanya terobosan dengan melakukan pembinaan dan pelatihan bagi kaum ibu.

Seperti  yang terjadi di Desa Bener Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, dengan penduduk kurang lebih 2700 jiwa yang tersebar di lima dusun yakni Bener, Kedung Dang, Borok, Boto Mulyo dan Siwalan. Kaum ibu yang tergabung dalam PKK Desa Bener mencoba melakukan terobosan dengan mengundang Balai Latihan Kerja ( BLK ) Kabupaten Madiun untuk memberikan pembinaan dan pelatihan khususnya dibidang pangan olahan.

Kepala Desa Bener, Sukidi mengatakan peran serta ibu-ibu dalam rumah tangga tidak hanya dalam urusan dapur, sudah saatnya bangkit untuk membantu penghasilan suaminya. Kalau ibu-ibu dapat memperoleh tambahan penghasilan, hal ini akan sangat membantu  mengatasi masalah ekonomi dalam keluarga.

“ Dengan adanya pelatihan tersebut,, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian keluarga “ kata Sukidi.

Ditambahkan, mayoritas penduduk Desa Bener bermatapencaharian sebagai petani dan buruh tani. Sedangkan para ibu-ibu bekerja di sawah hanya pada saat musim tanam dan panen. Masih banyak waktu luang yang perlu dimanfaatkan. Yakni mengikuti kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya.

“ Muara akhir dari kegiatan tersebut adalah menciptakan home industri rumah tangga “ tambah Kades dua periode tersebut.

Wakil Ketua PKK Desa Bener, Siti Rohmatun menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan  program PKK. Dengan mendatangkan tutor dan narasumber dari Balai Latihan Kerja ( BLK ) Kab. Madiun kedepan diharapkan dapat memberikan nilai tambah baik pengetahuan maupun penghasilan.

“ Pesertanya diambilakn dari masing-masing dusun sebanyak 3 orang  “ jelas Siti Rohmatun.

Dikatakan, kegiatan terebut akan dilaksanakan selama 40 hari kerja dengan materi yang berbeda-beda. Pada minggu pertama dilatih cara membuat kue Lakker Holland. Untuk berikutnya akan memanfaatkan bahan-bahan yang banyak terdapat didesa seperti pisang, umbi-umbian (ketela dan kentang) untuk dijadikan produk pangan olahan seperti donat dan lain sebagainya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekdes Sri Suyani, dengan adanya pelatihan tersebut tentunya akan membawa hasil yang positif. Selain memanfaatkan bahan-bahan olahan yang ada didesa juga akan menciptakan lapangan kerja baru sehingga kedepan roda perekonomian masyarakat desa Bener akan meningkat.  

“ Kami request untuk buah pisang dapatnya dijadikan sebagai kue Bollen yang mempunyai nilai jual tinggi “ kata Sekdes Sri Suyani.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pasar dari hasil produksinya sementara masih memenuhi pesanan warga setempat seperti halnya hajatan atau jamuan untuk tamu. Kedepan akan dipasarkan di otlet otlet jajanan dan swalayan yang ada di Kabupaten Kota Madiun. Sedangkan harga untuk lekker Holland dijual 20.000 rupiah per bungkus. (*)

Sumber Berita ; Realita Masyarakat

Tingkatkan Keselamatan Siswa, Desa Sareng Rehab Gedung Sekolah TK


Kepala Desa Sareng, Budiono (kanan) bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa sareng
dilokasi pembangunan rehab gedung TK Desa setempat.
FORUM JURNALIS MADIUN, GEGER - Guna meningkatkan keselamatan dan keamanan pada anak sekolah khususnya pada anak-anak diusia masih kecil perlu mendapatkan perhatian khusus, baik itu dari guru pengajar, lingkungan sekolah maupun pada pemerintahan desa. Apalagi kalau gedung sekolah itu terletak dipinggir jalan raya, kewaspadaan dan kekwatiran para orang tua wali murid terhadap keselamatan pada anaknya sangatlah tinggi. 

Untuk itu Pemerintahan Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun sangatlah perduli terhadap anak-anak sekolah terutama pada anak sekolah Taman Kanak-kanak ( TK ). Pasalnya, guna menindak lanjuti kegelisahan para orang tua wali murid TK Sareng 01 ini desa Sareng telah merehab gedung sekolah TK yang berlokasi di pertigaan jalan raya antara jalan Slambur menuju jalan ke desa Segulung.’’ Ujar Kepala Desa Sareng, Budiono.
Rehab gedung sekolah TK Sareng 01 ini dibangun karena kondisinya
sekolah sudah rusak dan kayunya sudah rapuh karena dimakan usia.
Lebih lanjut dijelaskan Kepala Desa Sareng, Budiono , bahwa Desa Sareng yang berbatasan dengan desa sebelah utara desa Kepet, disebelah timur hutan Perhutani, disebelah selatan desa Ketandan dan disebelah barat desa Geger. Jumlah penduduk desa Sareng sebanyak 2.900 jiwa yang terbagi dalam 2 dusun, dusun Sareng dan dusun Gulunan. 

Selain untuk menjaga keamanan para anak-anak sekolah TK, gedung sekolah TK Sareng 01 ini dibangun karena kondisinya sekolah sudah rusak dan kayunya sudah rapuh karena dimakan usia. Dulunya gedung sekolah TK 01 Sareng ini bekas kantor desa, dan dibangun mulai tahun 1978. Jadi sudah waktunya untuk direhab dan diperbaiki demi untuk kenyamanan anak-anak dalam belajar, apalagi lokasinya sekolah ini dipertigaan jalan raya tentunya kendaraan sangat ramai.

‘’Rencana untuk rehab gedung sekolah TK Sareng 01 ini akan dirubah, yang dulunya TK ini menghadap ke Utara, nantinya akan dirubah menghadap ke barat, sehingga sekolah ini mempunyai halaman untuk fasilitas bermain anak-anak. Dengan luas tanah kurang lebih 12 meter dengan panjang tanah 50 meter. Jumlah siswa TK Sareng 01 ini untuk kelas 0 kecil sebanyak 25 anak, sedangkan untuk TK kelas 0 besar sebanyak 21 anak dengan guru pengajar 2 orang. Yang nantinya gedung sekolah TK Sareng 01 ini juga akan ditambah dengan TK play group.’’ Ungkap Kepala Desa Sareng, Budiono.

Selain untuk pembangunan rehab gedung sekolah TK Sareng 01, anggaran Dana Desa ( DD ) yang bersumber dari Anggran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) Tahun 2017 ini untuk membangun infrastruktur desa, seperti untuk pembangunan peningkatan jalan desa atau jalan Holmic, pembangunan lapen di Rt 2 dan Rt 8, pembangunan Drainese di Rt 9, Rt 11, Rt 12 dan Rt 15 masing-masing 1 titik dan pembangunan talut penahan tanah ( TPT ) yang berada di Rt 10. Kemudian untuk penguatan penambahan modal BUMDes.

Kepala desa Sareng, Kecamatan Geger, Budiono , berharap agar pembangunan infrastruktur desa Sareng bisa segera terpenuhi, dan untuk peberdayaan masyarakat desa bisa lebih maju, sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat lebih baik dan untuk mesejahterakan masyarakat desa Sareng.’’ Pungkasnya. (*).

Sumber Berita ; Lensa Nasional 

Bangun Infrastruktur Jalan Desa Dolopo Untuk Tingkatkan Perekonomian Warga

Kepala Desa Dolopo,Sayekti sedang mengawasi pembangunan jalan di Desanya.
FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO -  Untuk memperlancar pengguna transpotasi jalan warga Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun membangun beberapa Infrastruktur  fisik di wilayah desa, seperti pengaspalan jalan, Pembangunan jalan rabat beton, pembangunan saluran air ( Draineser ) dan pavlingisasi untuk halaman lumbung desa yang di anggarkan dari Dana Desa ( DD ) Tahun 2017 yang bersumber dari  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ). Sekarang ini pengaspalan jalan yang berada di desanya ini sudah dalam pengerjaan,’’ ungkap Kepala Desa Dolopo, Sayekti.  
      
Desa Dolopo yang mempunyai luas wilayah 377.14 hektar ini dengan jumlah penduduk  sebanyak 9.400 jiwa yang terbagi dalam 3 Dusun, Dusun Krajan, Dusun Sidorejo dan Dusun Kebondalem. Letak geografis desa Dolopo berbatasan dengan desa disebelah utara Kel.Bangunsari dan Kecamatan Geger, disebelah timur desa Glonggong dan desa Candimulyo, disebelah selatan desa Glonggong, dan disebelah barat desa Doho dan desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari. Desa Dolopo ini perlu dilakukan perbaikan jalan maupun pembangunan lainya.’’ Kata Kepala Desa Dolopo, Sayekti .

Kepala Desa Dolopo,Sayekti bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sedang mengawasi pembangunan jalan di Desanya.
Lebih lanjut dikatakan Kepala Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Sayekti,  bahwa kegiatan DD tahap pertama tahun ini digunakan untuk pembangunan fisik, pembangunan aspal jalan 2 titik yang berada didusun Krajan dan dusun Sidorejo, pembangunan rabat jalan beton penghubung jalan desa sebanyak 1 titik, pembangunan draineser didusun Kebundalem wetan dengan panjang 210 meter ditambah swadaya masyarakat dan pembangunan pavlingisasi untuk halaman lumbung desa. 
 
Kepala Desa Dolopo, Sayekti , berharap Semoga dengan adanya pembangunan yang berada di desanya ini bisa merubah desa Dolopo menjadi lebih maju dan bisa memperlancar transpotasi jalan, Sehingga bisa untuk meningkatkan perekonomian warganya. Karena pembangunan jalan yang berada di desanya adalah prioritas utama dalam sekala pembangunan, Hal ini sesuai dengan aspirasi masyarakat desa Dolopo yaitu, terciptanya desa Dolopo yang aman dan sejahtera. 

Meningkatkan taraf hidup masyarakat, menciptakan keamanan dan kerukunan, menciptakan pemerintahan desa yang transparan dan demokratis, menciptakan derajat dan kesehatan masyarakat, dan meningkatkan sarana dan prasarana desa.’’ Pungkasnya.(*).  

Sumber Berita : Lensa Nusantara

Pembangunan Infrastruktur Skala Utama Desa Banaran

Pembangunan  saluran air ( Drainase ) di Desa Banaran, Kecamatan Balerejo.
FORUM JURNALIS MADIUN, BALEREJO - Semangat untuk membangun Desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat selalu diapresiasikan oleh Desa Banaran, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Pasalnya, Desa Banaran saat ini sedang giat melaksanakan pembangunan desa, lewat Dana Desa (DD) tahun 2017 yang bersumber dari APBN dan sudah dilaksanakan untuk pembangunan pada saluran air ( Drainase ).

Desa Banaran yang mempunyai luas wilayah 170 hektar lebih ini terbagi dalam 2 dusun, dusun Kedungmuni dan dusun Banaran. Desa Banaran mempunyai jumlah penduduk sebanyak 1.464 jiwa, sedangkan letak geografis desa Banaran berbatasan dengan sebelah utara Desa Pacinan, Sebelah barat Kabupaten Ngawi, Sebelah selatan desa Sogo, dan disebelah timur desa Kedungrejo. 

Mayoritas penduduk desa tersebut bekerja pada sektor pertanian,  selain itu Desa Banaran juga mempunyai potensi sebagai produksi tempe yang dijadikan produk unggulan desa.

Kepala Desa Banaran, Kecamatan Balerejo, Hariyono mengatakan, bahwa untuk tahun ini desa Banaran telah melaksanakan pembangunan infrastruktur di beberapa titik yang berada didesanya, Seperti pembangunan saluran air ( Draineser ) yang berlokasi di dusun Banaran Rt 01 dan Rt 02 yang panjangnya mencapai 261 meter. Sedangkan pebangunan Draineser yang berada di dusun Kedungmuni dengan panjang 149 meter.

Lebih lanjut dikatakan Kepala Desa Banaran, Hariyono, bahwa tujuan pembangunan Draineser ini selain untuk memperlancar pada saluran air juga untuk pembatas jalan dengan tanah pekarangan milik warganya, sehingga batas jalan itu nanti tidak berubah-ubah dan jalanya tidak akan longsor lagi.

Kepala Desa Banaran, Hariyono berharap, dengan adanya pembangunan yang berada didesanya ini bisa membawa kemajuan desa, serta bisa untuk  meningkatkan perekonomian masyarakat desa Banaran. Desa Banaran sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Madiun untuk ikut membantu dalam perbaikan jalan, karena desa Banaran ini juga sebagai penyangga Ibu Kota Kabupaten Madiun.’’ Pungkasnya . ( * )

Sumber Berita ; Lensa Nusantara

Friday, 18 August 2017

Tingkatkan Pendidikan Anak-Anak, Desa Banyukambang Bangun Gedung PAUD

Kepala Desa Banyukambang, Tukiran (kanan) beserta Perangkat Desa
memantau proyek pembangunan infrastruktur di desanya
FORUM JURNALIS MADIUN, WONOASRI - Guna meningkatkan pendidikan pada anak-anak usia dini untuk itu Pemerintahan desa Banyukambang, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun telah membangun gedung baru untuk sekolah PAUD. Pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD )  didirikan dilokasi di samping dekat kantor desa Banyukambang dengan volume bangunan lebar 7 meter dan panjangnya mencapai 9 meter.

 " Pembangunan gedung sekolah PAUD untuk anak-anak didesanya ini yang dianggarkan dari Dana Desa ( DD ) tahap pertama, " Kata Kepala Desa Banyukambang, Tukiran.

Lebih lanjut dikatakan Kepala Desa Banyukambang, Tukiran , bahwa dengan banyaknya perkembangan anak-anak yang usianya masih kecil didesanya membuat perhatian khusus dari pemerintah desa Banyukambang untuk mendirikan bangunan gedung sekolah tersendiri. Sekarang ini jumlah siswa PAUD sudah mencapai 25 anak dengan didampingi oleh 2 guru pengajar.

Selain pembangunan gedung sekolah PAUD desa Banyukambang yang mempunyai luas wilayah desa 158,12 hektar ini terbagi dalam 3 dusun, dusun Banyukambang 1, dusun Banyukambang 2 dan dusun Pandusit.  Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.720 jiwa lebih, desa Banyukambang juga membangun beberapa titik infrastruktur fisik lainya yang dianggarkan dari DD tahap pertama yang bersumber dari APBN Tahun 2017.’’ Tutur Kepala Desa Banyukambang,  Tukiran.

Pembangunan infrastruktur fisik ini hampir merata diwilayah desa Banyukambang, seperti pembangunan draineser di Rt 3 Kasun 1, pembangunan draineser di Rt 8 Kasun 2, pebangunan draineser di Rt 10 dan Rt 11 Kasun 3 dan juga membangun talut penahan tanah ( TPT ) yang berada di Kasun 1.

Kepala Desa Banyukambang, Tukiran , berharap dengan adanya pembangunan Infrastruktur  baik itu sekolahan maupun pembangunan draineser yang dianggarkan dari DD didesanya semoga hasilnya bisa mampu dinikmati oleh warganya, anak-anak bisa menempuh jenjang pendidikan dengan sarana yang memadai sehingga bisa untuk meningkatkan mutu pendidikan di desanya.

Dan untuk pembangunan infrastruktur lainya juga semoga bisa dirasakan oleh warga desa Banyukambang sehingga bisa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Banyukambang.’’ Pungkasnya. (*).

Sumber Berita : Lensa Nusantara   

Tuesday, 8 August 2017

Desa Doho, Dolopo Kabupaten Madiun Prioritaskan Infrastruktur Untuk Kebutuhan Warga

Kepala Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Drs. Slamet Daorini Mukti.
FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Pembangunan Infrastruktur yang merupakan skala prioritas karena secara langsung akan dinikmati oleh mayoritas warga masyarakat menjadi salah satu target bagi Kepala Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Drs. Slamet Daorini Mukti.

Pembangunan Infrastruktur tersebut seperti pembuatan Drainase atau selokan sebagai bagian dari Perawatan jalan Desa yang lebih panjang dan awet dan tidak mudah rusak. Pada tahun 2017 ini pembangunan Drainase tersebut mencapai sekitar 1.500 meter di kanan kiri jalan. Pembangunan Infrastruktur tersebut dibangun dengan Azas pemerataan di setiap Dusun yakni Dusun Krajan,Jerukan,Ringin anom dan Cempo. 

Setiap tahunnya 4 Dusun tersebut selalu mendapatkan program pembangunan. Pembangunan Infrastruktur secara fisik jika telah mencapai 51 % akan dilanjutkan dengan program berikutnya seperti program Pemberdayaan.  Kades Doho Slamet Daorini Mukti menambahkan bahwa ada 4 skala prioritas khusus yang dia canangkan yakni Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pemberdayaan, Pembinaan masyarakat dan Pembangunan. 

Saat ini Desa Doho juga telah memiliki Badan Usaha Milik Desa atau BUMDES yang bernama Berkah. Unit produksi yang telah dilakukan adalah memproduksi Gorong gorong dalam bentuk L yang sementara ini dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Desa. Bumdes Berkah didanai dengan anggaran dari Dana Desa sebesar 5 % atau sekitar 39 juta rupiah. Hal tersebut mengacu pada Instruksi Bupati Madiun H Muhtarom S Sos.  

Dibidang potensi unggulan UMKM , di Desa Doho memiliki banyak usaha kecil yang potensial menjadi usaha ekonomi warganya. Usaha usaha ekonomi tersebut seperti Home Industri Souvenir Pernikahan, Jamu dari Kunir, Produk Gipsum, dan Kelompok peternak ikan Gurame, Nila dan Lele. Produk unggulan dari Hasil Bumi seperti Empon empon bahkan telah rutin menyuplai kebutuhan pabrik jamu. 

Unit produksi Gorong gorong yang merupakan salah satu unit usaha milik Desa Doho yang sudah masuk dalam BUMDes " Berkah " Desa Doho
Usaha usaha menengah, kecil dan mikro yang ada di Desa Doho menurut Kades Slamet Daorini Mukti juga telah diberikan bantuan Administrasi Badan Hukum dari Notaris oleh Desa. Pemberdayaan UMKM lainnya adalah  dilakukan pelatihan metode pengemasan produk sehingga menjadi daya tarik konsumen yang pada gilirannya akan dapat memperlancar pemasarannya.

Disamping itu juga telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Batik ibu ibu PKK dan  Pelatihan Menjahit.
Dibidang pelayanan Kesehatan, saat ini sudah rutin dilaksanakan beberapa program seperti Posyandu yang langsung sinergi dengan Puskesmas Dolopo, Posyandu Lansia dan Balita, Donor darah setiap bulan yang dimotori oleh Karang Taruna.  Desa Doho yang saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 4.579 jiwa juga memiliki Potensi dari kegiatan Kepemudaan seperti Olah raga dan Musik. Para pemudanya memiliki potensi olah raga seperti Bola Volly, Sepak bola dan Futsal. Sedangkan potensi dibidang musik para muda mudi memiliki Musik Religi dan Dangdut. (*).

Sumber Berita : Surabaya News Week

Kades Tanjungrejo,Kebonsari Madiun : “ Bareng Bareng Mbangun Deso “

Kepala Desa Tanjungrejo Kecamatan Kebonsari, Agus marmani meninjau pembangunan rabat jalan di areal pertanian di Desanya
FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Kepala Desa Tanjungrejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Agus marmani mempunyai Motto sederhana dan senantiasa memegang prinsip untuk selalu mengutamakan peran serta warga masyarakat didalam setiap program pembangunan Desa. Motto yang dia pegang teguh adalah prinsip Bareng Bareng Mbangun Deso.

Desa Tanjungrejo yang terletak diujung selatan Kabupaten Madiun berpenduduk sekitar 4.800 jiwa dan terdiri dari 3 Dusun yakni dusun Sekawis, ringinputih dan balekambang. Mayoritas penduduknya adalah petani padi dan sebagian lainnya menekuni petani brambang,cabe,terong dan melon. Menurut kades Tanjungrejo Agus marmani saat ini banyak program pembangunan di tiga dusun menjadi prioritas kepemimpinannya seperti penerapan program layanan Akta Kelahiran berbasis Online.

Pembangunan drainase sepanjang 300 meter lebih, rabat jalan sepanjang 500 meter, pengaspalan jalan sejauh 4 km , pembangunan Talud di tiga wilayah , perbaikan jembatan kecil menggunakan Plat Deker dan pembuatan Sumur tanah di Makam untuk kebutuhan air jika ada penggalian tanah kubur dan para peziarah kubur yang ingin cuci tangan.

Pelayanan dibidang Kesehatan, ada kegiatan Posyandu lansia setiap tiga bulan dan Donor Darah. Dibidang keagamaan ada pengajian ibu ibu setiap bulan, pengajian bapak bapak seminggu sekali dan pengajian muda mudi setiap 2 minggu sekali. Karang taruna Desa ada kegiatan Turnamen olah raga dan Sinoman. Satu hal lain yang tetap menjadi budaya kuat warga Desa Tanjungrejo adalah Gotong Royong yang rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Kepala Desa Tanjungrejo Kecamatan Kebonsari, Agus marmani
Kades Agus marmani didalam memberikan pelayanan terkait kebutuhan surat surat yang dibutuhkan oleh warga menerapkan disiplin prosedural dan mekanisme seperti selalu melalui surat pengantar dari RT dengan tetap memberikan layanan yang cepat dan tanpa dipungut biaya. Dibidang UMKM , di Desa Tanjungrejo memiliki Potensi Unggulan seperti produksi Gula Merah, produk Krupuk, Tempe dan Rengginang. 

Dalam rangka meningkatkan potensi tersebut Kades Tanjungrejo Agus marmani aktif memberikan program pelatihan UMKM . usaha kecil lainnya yang ada di Desa Tanjungrejo adalah usaha Perikanan yang dikelola oleh Kelompok Peternak sebagai bagian dari usaha ekonomi warganya. (*).  

Sumber Berita : Surabaya News Week

MANFAAT DANA DESA DI GUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI DESA SUMBERSARI

Masyarakat Desa Sumbersari membangun drainase  di Dusun Sumbersari dengan Bantuan Keuangan Dana Desa
FORUM JURNALIS MADIUN, SARADAN - Peningkatan bantuan dana Desa(DD) yang di alokasilkan  Pemerintah Pusat menjadi berkah bagi Pemerintah Desa Sumbersari Kecamatan Saradan kabupaten Madiun Jawa Timur, berbagai program telah di siapkan untuk mempercepat pembangunan Desa  utamanya drainase dan jalan.

Pembangunan infrastruktur Desa Sumbersari,sudah di laksanakan secara swakelola ataupun padat karya,karena pekerjaanya swakelola  akan menimbulkan  nilai lebih rasa kegotong royongnya, tumbuh  merasa memiliki(handar beni). 

Dengan adanya dana Desa Kepala Desa Sumbersari merasa terbantu  dan bisa  mempercepat laju pembangunan  yang di tarjetkan guna untuk  meningkatkan  potensi pembanguan masyarakat untuk menuju taraf hidup yang lebih baik karena untuk meningkatkan hasil  perekonomian masyarakat Desanya.

Kepala Desa Sumbersari Prijo Wibowo,SE  mengatakan manfaat Dana Desa(DD) bisa di rasakan langsung baik fisik maupun non fisik oleh masyarakat,”  untuk pekerjaaan drainase  di Dusun Sumbersari  dengan volume panjang  410 meter di tambah 95 meter total 505 meter kiri kanan, Dusun Patran  dua titik dengan panjang  810 meter kiri kanan, Dusun Kenep  dua titik dengan panjang 810 meter kiri kanan sedangkan untuk rabat jalan beton  Dusun Sumbersari ada sau titik dengan panjang 125 meter kali 2,5 meter, Dusun Patran  rabat jalan beton dengan panjang  300 meter kali 2 meter , sedangkan ADD(alokasi dana Desa) untuk siltap perangkat Desa dan Pemerintah serta kemasyarakatan, dan BKK(bantuan keungan kusus)APBD Kabupaten  di gunakan  rabat jalan beton Dusun Sumbersari dengan volume panjang 150 meter kali 3 meter, Dusun Kenep untuk rabtat jalan beton volume  120 meter kali 2 meter,gapura makam dan alat musik karang taruna satu paket” jelasnya.

Prijo Wibowo menambahkan  untuk ADD(alokasi dana Desa) total dananya Rp 490 juta koma  sekian (empat ratus Sembilan puluh juta  rupiah) ,DD (dana desa )  Rp 785 juta  koma sekian sekian (tujuh ratus delapan puluh lima juta rupiah),BKK(bantuan keuangan kusus)BKK APBD Kabupaten Madiun Rp 250 juta(dua ratus lima puluh juta Rupiah).

Untuk drainase Kata Kades  Prijo Wibowo  lebih di utamakan karena rata-rata jalan rusak jalan,saat hujan turun air tidak meliwati drainase melainkan melintas ke jalan sehingga mengakibatkan jalan cepat rusak,” untuk keseluruhan  di Desa Sumbersari  untuk kekurangan drainase hamper 60 %, sedangkan untuk rabat jalan maupun aspal satu Desa Sunbersari yang kuarng hamper 80%, sebenarnya untuk jalan rabat jalan dan aspal sudah semua karena  termakan usia dan kondisi hujan yang lebat mengakibatkan jalan tersebut rusak,”ungkap kades Prijo Wibowo.

Lebih lanjut Kepala Desa sumbersari Prijo Wibowo  menyampaikan ,”rasa terima kasih pada pemerintah adadnya program DD dan ADD semoga tetap berlanjut untuk kesejahteraan masyarakat,dan terima kasih  atas dukungan warga terhadap pembangunan sarana dan prasarana rabat jalan beton dan drainase demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

Hingga kini,kegiatan pembangunan rabat jalan beton dan drainase mayoritas sudah selasai.Harapanya,dengan terealisasinya program  dari dana itu,masyarakat bisa merasakan manfaat yang besar.

Hal ini berbanding lurus dengan respon masyarakat  Desa Sumbersari  kepada Jagad Pos,beberapa warga yang telah menikmati hasil pembangunan mengaku sangat apresiatif dengan komitmen Kepala desa Sumbersari dalam melaksanakan program DD(dana desa) dan ADD (alokasi dana desa) dengan baik.(*)

Sumber Berita ; Jagad Pos