Desa Candimulya Alokasikan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Agar mobilitas warga lancar sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal, Desa Candimulya, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah rusak.....

BUMDes Desa Tambakmas Berdayakan Masyarakat Melalui Unit Usaha Cor Beton

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merupakan desa yang menonjol dibidang pertanian dan holtikultura.......

Desa Mejayan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Warga

FORUM JURNALIS MADIUN, MEJAYAN - Sebagai jantung Ibu Kota Kabupaten Madiun, desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun dalam melaksanakan pembangunan desa .....

BUDIDAYA BIBIT IKAN GURAMI DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Ikan Gurami merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komuditi perikanan air tawar yang cukup tinggi .....

PETANI CENGKEH DI DESA TILENG BUTUH CAMPUR TANGAN PEMKAB MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujannya .....

Showing posts with label Kabar Kota Madiun. Show all posts
Showing posts with label Kabar Kota Madiun. Show all posts

Thursday, 30 November 2017

Pemkot Madiun Gelar Pelatihan Jurnalistik

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Ahmad Munir
menjadi nara sumber dalam pelatihan jurnalistik di Kota Madiun.
FORUM JURNALIS MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Madiun menggelar pelatihan jurnalistik kepada Insan Pers yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Pemkot Madiun di Rumah Makan Lombok Idjo, Jl. Kalimantan 36 Madiun, Kamis (30/11/2017).

Menurut Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun, Subakri pelatihan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan profesionalisme wartawan, khususnya yang ada di Kota Madiun.  

“ Pelatihan jurnalistik untuk para Wartawan di Kota Madiun dirasa perlu. Karena tugas dan peran pers juga penting dalam pembangunan pemerintah dan masyarakat. Dengan harapan Wartawan di Kota Madiun semakin profesional, independen, dan berimbang, “ ungkapnya.

Dalam pelatihan jurnalistik tersebut, pihaknya juga mengundang dua nara sumber. Diantaranya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Ahmad Munir dan Sekretaris PWI Jatim, Eko Pamudji.

“ Perusahaan Media dengan Pemerintah memang saling membutuhkan. Pemerintah butuh pemberitaan agar program kerja tersampaikan kepada masyarakat, begitu juga sebaliknya. Makanya kita gelar pelatihan ini. Diharapkan semakin meningkatkan profesionalisme kewartawanan, “ tambahnya.

Sementara itu, Ahmad Munir selaku narasumber menjelaskan, diera keterbukaan informasi sekarang ini banyak bermunculan perusahaan pers baru. Menurut dia, dimungkinkan sekitar ratusan ribu. Sehingga fenomena ini memaksa dewan pers melakukan verifikasi perusahaan pers yang ditargetkan selesai akhir 2018 nanti. 

“ Makanya penting adanya standarisasi perusahaan pers melalui Dewan Pers. Sebab, diperkirakan banyak perusahaan pers yang tidak memenuhi standar. Mulai keharusan berbadan hukum, akta notaris, surat ijin Kemenkumhan, NPWP, serta perijinan lainnya, “ ujarnya.

Ia menambahkan, pemenuhan standarisasi perusahaan pers juga menjadi payung hukum bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya. Wartawan yang terlibat kasus bisa langsung dikenakan pidana umum jika perusahaan persnya belum memenuhi standarisasi yang ditetapkan. Dewan Pers tidak dapat membantu lantaran perusahaan pers terkait belum memenuhi standarisasi.

Sebaliknya, wartawan tidak bisa langsung dipidanakan jika perusahaan persnya terverifikasi Dewan Pers. Penyelesaian wajib melalui undang-undang pers. Salah satunya hak jawab dan koreksi.  

“ Wartawan juga perlu mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ini penting karena sekarang ini banyak wartawan karbitan. Keberadaan wartawan ini malah mendegradasi wartawan asli,’’ pungkasnya. (*).

Saturday, 19 August 2017

KWARCAB KOTA MADIUN GELAR PESTA SIAGA DAN PENGGALANG

Lomba Pionerring, LCC dan Daur Ulang dalam Kegiatan Pesta Siaga Kwarcab Kota Madiun
FORUM JURNALIS MADIUN –  Pramuka Siaga adalah sebutan bagi anggota pramuka yang berumur 7 – 10 tahun. Disebut  Pramuka Siaga karena sesuai kiasan masa perjuangan bangsa Indonesia yaitu ketika rakyat Indonesia menyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan.

Gerakan Pramuka sebagai wadah para pramuka untuk melaksanakan kepramukaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan menarik yang mengandung unsur-unsur pengetahuan dan pendidikan. Organisasi Gerakan Pramuka adalah salah satu organisasi independen yang tidak terlibat dalam politik  dan terbukti membawa kemaslahatan.

Seperti yang dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Madiun pekan kemarin, Sabtu (19/8) dengan menggelar Pesta Siaga sebagai ajang lomba antar anggota Pramuka Siaga yang ada di Kota Madiun dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 56 dan HUT RI ke 72 tahun. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilkaksanakan oleh Kwarcab Kota Madiun.

Koordinator Panitia dan Lomba, Slamet Hariyadi mengatakan bahwa digelarnya kegiatan pesta siaga selain sebagai ajang silaturahmi antar sesama anggota Pramuka juga untuk mengetahui perkembangan dan kemampuannya melalui kompetisi perlombaan. Sepeti lomba pionerring, daur ulang dan lomba cerdas cermat.

Lomba pionerring ( permainan tali dan tongkat ) misalnya, nilai pendidikannya adalah kekompakan, kerjasama, kepercayaan dan kejujuran karena tidak didampingi oleh pembinanya
“ Inilah yang kita harapkan kedepan untuk membentuk generasi muda yang jujur dan tangguh “ kata Hariyadi.

Untuk Lomba Cerdas Cermat ( LCC ) masih menurut Hariyadi untuk mengasah kemampuan dan daya ingat tentang nilai-nilai sejarah bangsa. Mereka diberikan soal-soal sejarah perjuangan bangsa. Sedangkan untuk lomba Daur Ulang, mengajarkan dan mendidik peduli terhadap lingkungan dan sampah. Trampil dalam memilih dan memilah sampah berguna dan yang tidak. Sehingga mereka suka dan terbiasa dengan kebersihan dan disiplin untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“ Dengan bekal ketrampilan, ketangkasan dan kecakapan, melalui lomba tersebut agar dapat  mendorong untuk lebih mampu dan mengerti makna berorganisasi dan berempati serta lebih kreatif dan inovatif“ tutur Hariyadi yang juga menjabat sebagai sekretaris Kwarcab Kota Madiun.

Pihaknya berharap hendaknya Pramuka menjadi pilihan pertama sebelum kegiatan yang lain. Banyak pemimpin-pemimpin bangsa yang awalnya dari Pramuka. Ini salah satu bukti bidikan Gerakan Pramuka dalam upaya mencetak kader penerus bangsa yang handal dan special troup.
“ Cintailah pramuka karena pramuka akan menjadikan kalian pemimpin-pemimpin bangsa yang diharapkan oleh masyarakat dan Negara “ pesannya. 

Diinformasikan bahwa selain kegiatan Pesta Siaga, Kwarcab. Kota Madiun juga menggelar Lomba untuk anggota Pramuka Penggalang SD dan SMP yang dilaksanakan pada Senin-Selasa (21-22/8) bertempat di lapangan Gulun Kota Madiun.  Untuk Penggalang SD akan diberikan materi lomba yaitu Tapak Tenda Lengkap dan PBB, sedangkan untuk Penggalang SMP materi lombanya adalah Tapak Tenda Lengkap dan Yel-Yel. (her).

Sumber Berita : Realita Masyarakat

Sunday, 26 June 2016

Jurnalis Independen Madiun Bagikan 1000 Nasi Kotak

MADIUN – Puluhan Wartawan di Kota dan Kabupaten Madiun , baik dari media cetak, elektronik dan online yang tergabung dalam Jurnalis Independen Madiun (JIM) membagikan 1000 nasi kotak kepada masyarakat kurang mampu dan beberapa Yayasan Panti Asuhan yang ada di Kabupatan Madiun dan Kota Madiun, Minggu (26/6/2016).
Untuk wilayah Kota Madiun nasi kotak dibagikan di berbagai titik, diantaranya proliman jl. Diponegoro, Pasar Besar Kota Madiun (PBM), Pasar Sleko dan Panti Asuhan Misfalah 51 di Jalan Ki Ageng Selo serta Yayasan Al Fattah yang berada di Jalan Dadali Kota Madiun.
Sementara wilayah Kabupaten Madiun di bagikan di Panti Asuhan Siti Hajar Desa Buduran Kecamatan Wonoasri, Ponpes Nailul Muna Desa Kaligunting Kecamatan Mejayan , Ruang Taman Hijau (RTH) Caruban, depan Pasar Pagotan dan Pasar Dolopo.
“ Aksi sosial pembagian 1000 nasi kotak di bulan Ramadhan 1437 H ini sebagai wujud kepedulian wartawan kepada sesama,  terutama bagi warga yang kurang mampu dan membutuhkan. Baik itu fakir miskin, anak yatim piatu, tukang becak, tukang parkir bahkan para pengendara sebagai bekal untuk berbuka puasa, “ Jelas Ito, salah satu panitia Gerakan 1000 Nasi Kotak.
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh dua organisasi Wartawan di Madiun, yaitu Forum Wartawan Madiun (FWM) yang mayoritas adalah jurnalis media harian dan media nasional dan Forum Jurnalis Madiun (FJM) yang mayoritas adalah media mingguan yang aktif di medianya masing-masing.
Sementara untuk kegiatan gerakan 1000 nasi kotak  Ramadhan 1437 H/2016 M ini baik dari FWM maupun FJM bersatu dengan menamakan dirinya sebagai Jurnalis Independen Madiun (JIM).
“ Atas nama panitia dan seluruh anggota Jurnalis Independen Madiun mengucapkan Terima Kasih kepada para donatur yang telah membantu terlaksananya Gerakan 1000 Nasi Kotak ini, semoga kegiatan ini menjadi amal baik kita semua,” Pungkasnya. (*).