Desa Candimulya Alokasikan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Agar mobilitas warga lancar sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal, Desa Candimulya, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah rusak.....

BUMDes Desa Tambakmas Berdayakan Masyarakat Melalui Unit Usaha Cor Beton

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merupakan desa yang menonjol dibidang pertanian dan holtikultura.......

Desa Mejayan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Warga

FORUM JURNALIS MADIUN, MEJAYAN - Sebagai jantung Ibu Kota Kabupaten Madiun, desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun dalam melaksanakan pembangunan desa .....

BUDIDAYA BIBIT IKAN GURAMI DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Ikan Gurami merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komuditi perikanan air tawar yang cukup tinggi .....

PETANI CENGKEH DI DESA TILENG BUTUH CAMPUR TANGAN PEMKAB MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujannya .....

Tuesday, 8 August 2017

DESA BANJAREJO ANTARA PELUANG DAN HARAPAN, JAMU PUYANG YANG MELIMPAH

JAMU PUYANG YANG MELIMPAH
Kepala Desa Banjarejo, Agus Setya Budi (kanan) menunjukkan produksi jamu puyang di Desanya
FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Meski tidak mudah di temui salah satu tanaman puyang(jamu) bisa di jumpai tanaman hutan tepatnya di pinggiran Desa Banjarejo Kecamatan Dagangan kabupaten Madiun Jawa Timur,yang ladang mereka rata-rata menjadi tanaman  semak dan tidak di budidayakan secara kusus.

Sudah sejak lama  puyang di gunakan  untuk berbagai bahan baku jamu tradisional,prospek  pengembangan jamu puyang bertamabah cerah sejalan dengan perkembangan industri obat moderen dan kecederungan  mengunakan obat-obatan dari alam.

Selain bahan baku puyang jamu tradisional  untuk mengusir encok dan pegal linu di Desa Banjarejo tanaman puyang tersebut melimpah, namun peluang tersebut  kurang di minati masyarakat Desa banjarejo.

Petani penghasil jamu puyang  Desa Banjarejo  Mustopa mengungkapkan  saat ini  sedang seningrah harga jamu puyang,pasalnya  tanaman puyang saat ini memiliki  ekonomis tinggi,” dengan bertahanya harga  jamu puyang   kalau kering per kilogram Rp 9000,- sedangkan basah per kilogramnya Rp 1300,- meski di hutan  banyak,sayang  masyarakat Desa banjarejo  engan mencari jamu puyang yang tumbuh lebat di hutan,padahal kalau di hitung dengan padi per kwintal hanya laku Rp 100.000,- sedangkan jamu puyang per kwintal laku RP 1000.000,-,” ujar Mustopa.

Di jelaskan  komoditas jamu puyang  merupakan tanaman hutan tinggal memanen,di cari di hutan banyak,itu tumbuhan  sejak lama,” kalau ngak musim panen seperti sekarang ada 4 orang di hutan mencari puyang jamu, sedangkan  kalau sehari 2 orang  bisa dapat 35 kilogram di uangkan kali  Rp 1300,- per kilogram menjadi Rp 45.500,-,” jelasnya Mustopa.

Sementara itu Kepala Desa Banjarejo  Agus Setya Budi mengatakan puyang tersebut tumbuh di hutan dan tidak perlu menanam sudah tumbuh,”sayang masyarakat Desa Banjarejo dengan potensi alam hutan yang luas tidak di manfaatkan dengan baik,padahal dari pihak Perhutani mengijinkan untuk memanen puyang tersebut untuk menambah inkam pemasukan  ekonominya,” terangnya.

Ia menjelaskan selain puyang untuk jamu ada juga porang yang tumbuh subur di lahan perhutani di sekitar Desa Banjarejo,” sayang masyarakat Desanya  kurang berminat padahal melimpah kalau di kelola dengan baik,berharap masyarakat menyadari  keberadaan  puyang yang tumbuh melimpah dan bisa mendongkrak ekonomi masyarakatnya,”ungkap Kades Agus.

Kepala Desa Banjarejo Agus setya Budi juga menambahkan  untuk RTLH(rumah tidak layak huni)  Bu Suminem RT 8,Bu Kadinem RT 8,Pak Tulus RT 8  sudah di laksanakan  dengan anggaran Rp 5 juta dan di dorong dengan swadaya tenaga,” sangat mendukung  program RTLH untuk Dusun  Gobang  sekitar 25 %  belum , Alhamdulillah ,ini berkat  kerja keras dan keiklasan tim  membantu memperbaiki dengan program RTLH” terangnya.

Menurut Agus  RTLH merupakan prioritas Pemerintah Desa banjarejo ,tujuanya untuk  mengetaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan  masyarakat,ke depan  Pemerintah Desa Banjarejo melakukan kerja sama  untu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan  untuk DD (dana Desa) di prioritaskan fokus jalan  sawah untuk meningkatkan  ekonomi,serta memudahkan hasil panen bisa di bawa pulang ,’ kea rah sawah  pertanian  hampir 75 meter  dan kekurangan jalan baru hamper 200 meter jalan tembus,dan itu jauh dari jalan raya,” tambahnya Kades Agus.

Suminem Dusun Gobang RT 8  salah satu mendapat  RTLH(rumah tidak layak huni) mengatakan selama ini dirinya tinggal di rumahnya,setelah di perbaiki oleh Pemerintah Desa Banjarejo merasa gembira,” matur suwun Mbah Lurah,griyo kulo sampun di dandosi ( terima kasih Pak Kades,rumahnya sudah di perbaiki) ,” ungkapnya dengan iklas. (*)

Sumber Berita ; Jagad Pos

DESA PUTAT TERAPKAN DD UNTUK ASPAL HOTMIX

BUMDes  SUDAH BERJALAN

Kepala Desa Putat, Sutiyoso (kiri) menunjukkan jalan Desa Putat yang sudah di aspal Hotmix
FORUM JURNALIS MADIUN, GEGER - Dana Desa (DD)  merupakan alokasi bantuan sejumlah anggaran dari Pemerintah pusat,dalam pemanfaatanya  dana tersebut termasuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

Dana Desa (DD) dari Pemerintah pusat di terima Desa Putat Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Jawa Timur,benar-benar berkah tersendiri bagi Pemerintah Desa Putat untuk melaksanakan pembangunan .Seperti yang di lakukan desa Putat DD(Dana Desa) di manfaatkan untuk  membanhgun  infrastruktur jalan aspal hotmix.

Menurut Kepala Desa Putat Sutiyoso bantuan DD(dana Desa) tahap pertama di manfaatkan untuk pengaspalan hotmix  di Dusun Taman Asri RT1 dan RT 2 dengan panjang  717 meter kali 3,3 meter dengan anggaran Rp 200 juta,  Rabat beton Dusun  satan RT 13 dengan ukuran panjang  150 meter kali 2,5 meter,saluran irigasi tersier Dusun Genthongan  dengan panjang  170 meter dengan gorong-gorong separo di tambah bata,” Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di lakukan oleh tim pelaksana kegiatan Desa(TPKD),hal itu di lakukan berdasarkan hasil musyawarah bersama antara Pemdes Putat  dengan seluruh masyarakat setempat,” ungkap Kades Sutiyoso.

Selain itu untuk tahap ke dua DD(dana Desa) untuk saluaran drainase  ada 4 titik yaitu 3 Dusun antara lain  Dusun Putat,Dusun Putat Krajan dan Dusun Genthongan  dengan panajang 400 meter.Rabat beton  usaha tani  Dusun Putat panjang 200 meter kali 2,5 meter, Rabat beton lingkungna RT 13 panjang 150 meter .

” Sedangkan RTLH(rumah tidak layak huni) Bu Istinah RT 7 dan Pak Karman  RT 10 dengan anggaran Rp 6 juta di tambah swadaya  hampir Rp 10 juta  tahap pertama sudah di laksanakan, kalau memang pemanfaatanya maksimal lewat DD dan ADD ini bukan tidak mungkin  kedepan tingkat kesejahteraan masyarakt Desa Putat semakin meningkat” tambah Kades Sutiyoso. 

Sementara itu  Sutiyoso menambahkan jenis badan  usaha milik Desa (BUMDes) usaha air (pengelolaan air sawah)  sumur sibel ada  4 ,sedangkan sibel satu sekali musim menghasilkan bersih Rp 5 juta dan lumbung pangan sudah berjalan  30 ton padi ,”harapanyan ekonomi  masyarakat Desa Putat  bisa meningkat dengan adanya jalan yang bagus,irigasi yang bagus,otomatis bisa mendongkrak ekonomi,” ungkapnya.

Selain itu fungsi badan usaha milik Desa(BUMDes) ke depan  bisa mengelola  penghasil padi sehingga  kepastian stok bisa merata Di Desa Putat.

Menurutnya  selama ini lumbung padi  di Desanya  berfungsi sebagai cadangan pangan untuk mengatasi paceklik,” karena untuk menuju Desa yang mandiri,salah satunya mampu memenuhi kebutuhan panganya, sedangkan  sawah di Desa Putat hampir 155 hektar,rata-rata masyarakatnya 85%  bercocok padi,” ujarnya.(*)

Sumber Berita : Jagad Pos

INDUSTRI BUBUK COKLAT DI DESA BLIMBING

Kepala Desa Blimbing, Slamet (kiri) dan Pengrajin Coklat Desa Blimbing, Endang Susilowati (kanan) menunjukkan hasil olahan coklat Di Desanya
FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Daerah Desa Blimbing Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun jawa Timur  adalah salah satu penghasil coklat di Kabupaten Madiun. Awal tahun 2016 lalu APOKAT (asosiasi perajin olahan coklat agropolitan)  di bentuk oleh kepala BKP (badan ketahanan pangan) Kabupaten Madiun  dan pengurusnya di ketuai Endang Susilowati. 

Coklat merupakan produk makanan baku kakau yang sudah terkenal sejak lama,coklat sudah menjadi  makanan yang sangat di jumpai di warung dan toko. Kelompok apokat di Desa Blimbing berusaha memanfaatkan buah coklat menjadi aneka produk ungulan seperti bubuk coklat dan aneka olahan dari coklat.

Desa Blimbing terkenal omah snack tepatnya bersebelahan dengan kantor Desa Blimbing ,sebuah usaha mengolah dan menjual aneka camilan berdiri sejak tahun 2008 oleh Endang Susilowati RT 11 RW 4 Desa Blimbing.

Pengrajin Endang Susilowati,  Desa Blimbing Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun Jawa Timur mengungkapkan untuk  meningkatkan kopi coklat(kopi kakao) coklat di permentasi  terus di sangrai,1 kilo gram kakao menjadi 3 on selain itu ada beberapa jenis pembuatanaya antara lain kripik pisang,ketela pohon,makronni,madu mongso, sirup bongol pisang(ares),krupuk ares,singkong kripik,kripik gadung,” Dan paling banyak produksinya dari ketela dan pisang  ,” ungkapnya.

Endang mengatakan  ada pendampingan dari IPB(institute pertanian Bogor) selama 3 bulan ,” apokat memiliki 10 jenis produk olahan sedangkan pemasaranya sudah sampai wilayah Surabaya,jakarta  bahkan luar jawa, karena semua bahanya tanpa adanya pengawet,” ujarnya.

Lebih lanjut Endang susilowati juga menerima pelatihan membuat satu sampai dua resep olahan makanan dari bahan dasar singkong,ubi dan pisang juga pembuatan aneka kue dan minuman.

Kepala Blimbing Slamet mengungkapkan setiap usaha menuju kesuksesan  kerap menemui hambatan,begitu pula yang terjadi pengelolaan industri kopi coklat milik  masyarakatnya ,”berharap   masyarakat lainya ikut tertular  industri bermacam-macam olahan makanan,biar usaha  olahan  di Desa Blimbing menjadi sentral ,” ungkap Kades Slamet.

Home industri di Desa Blimbing untuk meningkatkan kesejahteraan utamanya masyarakat Desa Blimbing ,” Mbak Endang untuk produksinya sudah di kenal di luar Jawa,ke depan ada pendampingan dari pusat,karena banyak produksinya seperti sirup ares pisang bisa menyembuhkan penyakit dalam ,kripik ares pisang dan lain-lainya,” tuturnya Kades Slamet.

 Harapanya untuk meningkatkan kesejahteraan utamanya masyarakat Desa Blimbing karena produk alami,sedangkan  semua pengurus PKK Desa Blimbing  membuat roti,” setiap hajatan di Desa Blimbing pasti pesannya ke  pengurus PKK,” jelasnya Kepala Desa Blimbing Slamet.

Matan anggota DPRD Kabupaten madiun Slamet menambahkan  dengan adanya  home industri ,harapanya untuk meningkatkan kesejahteraan utamanya masyarakat,” home industry terebut ada pendampingan  dari pusat, sementara kelompok 1 mencapai 30 orang atas nama PKK membuat madu mongso bahanya dari pisang,” ungkap Slamet.

Di sisi lain setiap kegiatan yang ada di Desa Blimbing itu berupa hajatan atau lainya  pesan roti di anggota PKK. Kepala Desa Blimbig Slamet juga bercita-cita  memberi pekerjaan  para pemuda untuk membuat batako karena bahan melimpah dan biar mengangkat ekonomi masyarakat.(*)

Sumber Berita ; Jagad Pos

Wednesday, 2 August 2017

Inilah Prioritas Penggunanaan Dana Desa Tahun 2017 Yang Wajib Diperhatikan

Jika menemukan penyalahgunaan Dana Desa di sekitar anda bisa langsung laporkan ke Telpon : 1500040, Facebook : Kemendesa.1, Website : kemendesa.go.id, Twitter : @KemenDesa
FORUM JURNALIS MADIUN – Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT ) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Madiun mensosialisasikan prioritas penggunanaan anggaran Dana Desa  khususnya terkait dengan Sumber Daya Alam (SDA) kepada Camat dan Kepala Desa se – Kabupaten Madiun  di Gedung Graha Eka Kapti Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun di Mejayan, Caruban, Rabo (2/8/2017).

Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, Kemendes PDTT, Dr. Suprapedi, M.Eng selaku narasumber menjelaskan tentang percepatan pelaksanaan 4 program prioritas Kemendes PDTT dalam perspektif penggunaan Dana Desa. 

Menurut dia, prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2017 yang diutamakan adalah sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 4 tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 22 tahun 2016 tentang penetapan prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2017.

“ Di tahun 2017 yang di prioritaskan penggunaan Dana Desa diutamakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan yang bersifat lintas bidang. Kemudian, untuk program dan kegiatan terutama bidang kegiatan BUMDesa atau BUMDesa Bersama, embung, produk unggulan desa atau kawasan perdesaan dan sarana olahraga Desa, “ jelas Dr. Suprapedi, M.Eng.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Madiun, Joko Lelono, AP. MH mengatakan, terkait dengan potensi SDA saat ini, desa dituntut untuk inovatif dan kreatif dalam rangka mengembangkan Dana Desa. Sehingga suatu saat ketika program Dana Desa dihentikan, tidak berpengaruh pada Desa, karena Desa sudah mampu menjadi mandiri. 

“ Salah satunya seperti yang sudah digariskan oleh pusat yakni pemberdayaan melalui BUMDes, makanya bagi desa yang belum memiliki segera dibentuk, karena BUMDes itulah sebuah lembaga sebagai penggerak roda perekonomian di desa, “ tegas Joko Lelono. 

Menurutnya, terkait BUMDes sesuai Perbub Nomor 31, minimal 5 persen Dana Desa harus di gunakan untuk  modal awal BUMDes. Selanjutnya adalah penyertaan modal. Sehingga setiap desa mempunyai peluang potensi yang luar biasa.

Sementara dalam pengawalan Dana Desa di Kabupaten Madiun sejak tahun 2016 telah menerapkan sistim aplikasi Siskeudes ( Sistim Keuangan Desa ) bekerjasama dengan BPKP, dengan harapan penerapan Dana Desa bisa berjalan lancar.

“ Kegiatan hari ini sosialisasi tentang prioritas penggunanaan anggaran Dana Desa  khususnya terkait dengan Sumber Daya Alam yaitu embung, harapan kita dengan Dana Desa prioritas – prioritas yang ada potensi embungnya silahkan di prioritaskan untuk dibangun embung dalam rangka mempertahankan pertanian kita, “ pungkasnya. (*).


Jika menemukan penyalahgunaan Dana Desa di sekitar anda bisa langsung laporkan ke Telpon : 1500040, Facebook : Kemendesa.1, Website : kemendesa.go.id, Twitter : @KemenDesa

Sumber Berita : Jatim Pos Online