Desa Candimulya Alokasikan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Agar mobilitas warga lancar sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal, Desa Candimulya, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah rusak.....

BUMDes Desa Tambakmas Berdayakan Masyarakat Melalui Unit Usaha Cor Beton

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merupakan desa yang menonjol dibidang pertanian dan holtikultura.......

Desa Mejayan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Warga

FORUM JURNALIS MADIUN, MEJAYAN - Sebagai jantung Ibu Kota Kabupaten Madiun, desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun dalam melaksanakan pembangunan desa .....

BUDIDAYA BIBIT IKAN GURAMI DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Ikan Gurami merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komuditi perikanan air tawar yang cukup tinggi .....

PETANI CENGKEH DI DESA TILENG BUTUH CAMPUR TANGAN PEMKAB MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujannya .....

Sunday, 7 August 2016

Memperlancar Jalan Pertanian Dengan Rabat Beton

PILANGKENCENG - Dengan adanya pencanangan ADD/DD oleh pemerintah pusat maupun daerah di peruntukkan desa-desa guna membangun desanya agar lebih makmur dan sejahtera. Dana ADD/DD ini besarnya sesuai dengan APBDES desa masing-masing dan digunakan untuk pembangunan di berbagai bidang baik fisik maupun yang lainnya, yang penting tidak melanggar aturan yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan desa masing-masing.

Kepala Desa Bulu Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun ISMILAH SULIATI Sekretaris Desa Salam, Staf Pemerintahan Sumadi, Staf Pemberdayaan : Suyadi, Kaur Kesra / Modin : Sumadi dibantu lembaga-lembaga lain diantaranya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ketua Sugeng Purwanto, SE anggotanya Dikut Siswadi, Sumiati, Darto, Mashudi, Wakidi, Slamet Riyadi, Tumbar, sedangkan dari LPKMD Desa Bulu, Ketua Drs. Suprayitno, anggotanya Supartono, Triyono, Sugiyono, Waryono, Kateno, Sumaji, Gunawan, Raji, Rita, Yatimun, Samiyono dan Samino.

Batas wilayah Desa Bulu Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun, adalah sebelah utara : Kabupaten Bojonegoro, Sebelah Timur : Desa Dawuhan, sebelah selatan : Desa Kenongorejo. Adapun luas wilayahnya 219 Ha dan jmulah penduduknya 3443 jiwa.

Desa Bulu dalam pemanfaatan APDDES melalui Dana ADD/DA digunakan untuk pebaikan dan pembangunan baik dalam bentuk fisik maupun kegiatan yang lainya, semua itu di peruntukkan demi kemakmuran dan kesejahteraan warganya. Pemanfaatan yang fisik dilaksanakan dalam bentuk cor rabat jalan menuju pemukiman penduduk dan dilahan pertanian. Pembangunan cor rabat jalan bertempat di dusun Bulu II RT.12 RW.02, volume yang dibanung : panjang 130 m x lebar 2,30m tebal 10 cm.

Adapun panitia pembangunan cor rabat jalan ini Ketua TPK : Drs. Suprayitno anggota Damiran dan Supadi, tenaga pelaksana pengerjaan cor rabat jalan ini oleh warga Desa Bulu, dikerjakan secara swakelola dan bergotong royong. Jalan yang dicor rabat ini sangatlah penting manfaatnya, buat masyarakat desa Bulu, guna memperlancar jalan hasil pertanian dan jalan masyarakat Desa Bulu khususnya Dusun Bulu II umumnya warga masyarakat sekitarnya. (*).

Sumber Berita : Suara Media Nasional

Realisasi Dana Desa Sumbergandu untuk Pengaspalan

Kepala Desa Sumbergandu, Pilangkenceng, Slamet Joko Santoso
PILANGKENCENG - Desa Sumbergandu Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun adalah Desa yang telah merealisakan Dana Desa (DD) program bantuan dari Pemerintah pusat melalui APBN tahun anggaran 2016,dan realisasi pengunaanya di salurkan guna rehabilitasi pengaspalan jalan,perbaikan saluran dan pengrosokan jalan dilokasi persawahan lingkungan Desa Sumbergandu.

Kepala Desa Sumbergandu Slamet Joko Santoso mengatakan program Dana Desa (DD) diperuntukan aspal jalan antara lain jalan mangis Rt 4 amapai 10 Dusun 1 dan 2 volume 3 x 500 meter dengan dana Rp 226 juta,pengaspalan jalan Ahmad Ilham Rt 19 sampai Dusun 3 dengan dana Rp 98,7 juta,pembuatan talut Rt 11 dusun 2 volume 100 meter lebih dengan dana Rp63,4 juta,perbaikan saluran Rt 6 sampai 7 dengan panjang 500 meter lebih dengan dana Rp146,9 juta,pengrosokan jalan sawah bengkok panjang 500 meter lebih dengan dana Rp 4,86 juta,” selain pengaspalan jalan lingkungan Desa Sumbergandu Dana Desa juga di gunakan perbaikan saluran dan pengrosokan jalan,dan untuk pelaksanaanya dikelola oleh tim pelaksana kegiatan Desa Sumbergandu dan sesuai dengan peraturan yang telah di tentukan ,” jelas Kades Slamet Joko Santoso.

”Alhamdulillah program DD (dana Desa)APBN sangat membantu masyarakat,kita ucapkan terima kasih pada Pemerintah Kabupaten Madiun,kususnya Bappemas Pemdes dan camat Pilangkenceng memberikan bimbingan dan arahan kepada pemerintah Desa Sumbergandu sehngga program ini berjalan dengan sukses,”pungkas Kades Slamet Joko Santoso.

Dana Desa Sumbergandu hakekatnya diperuntukan sesuai asal usul dan kewenangan lokal bersekala Desa pengunaanya bersifat open menu dengan prioritas pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa melalui pembangunan infrastruktur dasar yang di lebih di butuhkan Desa (*).

Sumber Berita : Koran Jagad Pos

Desa Wonorejo Budidayakan Sapi Limosin

MEJAYAN - Sapi limosin adalah jenis sapi yang bentuknya sangat besar dan harga sapi ini jauh lebih mahal dari pada harga sapi biasa. Ciri-ciri sapi limosin adalah tinggi sapi mencapai 1,5 meter, mempunyai bulu yang sangat tebal dan menutupi seluruh tubuhnya, mempunyai warna mulai dari kuning hingga merah keemasaan, tanduknya berwarna cerah, bobot sapi betina bisa mencapai 575 kg sedangkan sapi jantan dewasa bisa mencapai 1100 kg. keistimewaan sapi limosin dengan sapi lokal adalah proses dari pertumbuhan yang lebih cepat lalu bentuk ukuran dan berat juga jauh lebih tinggi. Selain itu sapi ini memiliki kwalitas yang dinilai lebih bagus sehingga membuat daging sapi ini lebih enak dijadikan sebagai makanan. Maka tidak mengherankan sapi ini harganya jauh lebih tinggi dan mahal serta jenis sapi ini tahan terhadap serangan berbagai penyakit.

Seperti contoh peternak Bapak Sudarno yang ada di Desa Wonorejo Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Beliau beternak sapi limosin sudah cukup lama dan di bantu oleh Dinas terkait beliau sekarang sudah menjadi peternak yang besar.

Pada mulanya Bapak Sudarno tidak tahu bagaimana cara membudi dayakan sapi limosin tetapi berkat ketekunnya beliau selalu belajar dan belajar dari mengolah pakan sampai sapi siap di jual. Mengolah pakan sendiri bisa membuat sapi ternaknya gemuk lebih cepat. Bapak Sudarno juga belajar bagaimana melakukan inseminasi buatan alias perangsang buatan agar sapi – sapi ternaknya bisa berkembang biak secara berkala.

Di sekitar kandang beliau menanam berbagai jenis rumput dan tanaman lainnya yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakan.

“ Pakan nggak perlu beli Mas karena saya sudah menanam sendiri rumput gajah, pohon residi dan pohon kalindra dengan luas sekitar 1 /2 hektar dan ini nantinya buat makanan sapi – sapi saya “ Tutur Bapak Sudarno Kepada wartawan metro jatim.

Dalam memberikan pakan tidak setiap hari sapi – sapi peliharaannya di berikan pakan yang sama karena disini banyak jenis rumput dan pohon – pohonan jadi hari ini makan apa, besuk makan apa sudah ada jadwalnya “ sambung beliau.

Tidak lupa kebersihan kandang juga di jaga agar sapi – sapi tetap sehat dan tidak berpenyakit. Dengan cara ini sapi – sapi peliharaan Bapak Sudarno bisa tumbuh hingga mencapai bobot 700 kg dalam kurun waktu 2 tahun.

“ kalau sudah bobot 700 kg dijual harganya bisa mencapai 20 juta “ lengkapnya Bapak Sudarno ini cukup terampil, beliau sudah menjadwalkan secara berkala inseminasi buatan sehingga setiap jangka waktu tertentu aka ada sapi. Sapi baru yang dilahirkan dengan demikian Bapak Sudarno bisa menjaga jumlah populasi sapinya tetap ideal dan memperoleh pendapatan rutin dari hasil beternak sapi.

“Alhamdulilah dulu kalau mau menyekolahkan anak berat sekali sekarang nggak ada halangannya karena ada pemasukan dari beternak sapi “. Ungkap beliau biasanya inseminasi buatan dilakukan 3 bulanan setelah sapi betina melahirkan dengan lama masa mengandung kurang lebih 9 bulan. Umumnya dalam sekali melahirkan bisa menghasilkan 1 – 2 ekor anak sapi. Saat ini Bapak Sudarno memiliki 2 ekor sapi jantan dan 7 ekor sapi betina artinya dalam kurunan waktu 12 bulan ada 7 – 14 ekor anak sapi yang dilahirkan di kandungan ini.

Menyinggung soal modal awal berternak sapi ini Bapak Sudarno pinjam koperasi yang digunakan untuk membangun kandang dan membeli sapi betina 1 ekor dan jantan 1 ekor. Saya inventasi 1 kali saja di koperasi mas dan selebihnya pengeluaran nggak banyak karena saya sudah menanam rumput dan pohon – pohonan sendiri dan bisa tumbuh terus asal cukup air, pupuknya bisa dari kotoran sapi itu sendiri, untuk inseminasi buatan paling saya bayar mantri, itu bayar sekali sampai si sapi bunting ( hamil ) “ ujar Bapak Sudarno.

Pemerintah Desa Wonorejo Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun sendiri sangat berperan aktif dalam menangani peternak – peternak di desanya. Contohnya pembuatan pengajuan – pengajuan proposal di tingkat daerah, provinsi, dan pusat selalu dilakukan meskipun sampai sekarang belum ada jawabnya. Bapak Budi Sartono selaku kepala Desa Wonorejo saat dikonfirmasi mengatakan “ kalau bicara masalah pemeliharaan sapi peternak kita ahli mas padahal mereka tidak kuliah peternakan tetapi bisa beternak sapi seperti ini, bisa berkembang biak, dan bisa tumbuh gemuk jadi asal pemerintah pusat terutama pemerintah kabupaten Madiun serius memberikan dukungan material dan moril peternak kita bisa maju dan nggak perlu mengandalkan sapi impor .“ ( * ). 

Sumber Berita : Metro Jatim

Desa Duren Manfaatkan Dana Desa Untuk Pembangunan Infrastruktur

PILANGKENCENG – Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun memanfaatkan anggaran yang bersumber dari Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur, hal tersebut sesuai dengan intruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur dalam penggunaan dana desa.

Kepala Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng, Sujadi menjelaskan, untuk Dana Desa tahap pertama di desanya telah dipergunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di empat titik yang ada di wilayahnya.

Empat titik tersebut diantaranya, rabat jalan poros desa yang ada di RT. 02, RW. 01 Dusun Duren I dengan anggaran sebesar Rp. 145 juta, makadam jalan menuju akses persawahan yang berlokasi di RT. 07, RW. 01 Dusun Duren I dengan anggaran sebesar Rp. 60 juta, makadam jalan yang berlokasi di Dusun Karang Tengah dengan anggaran sebesar Rp. 100 juta dan pembangunan jembatan yang ada di RT. 22, RW. 01, Dusun Kutukan dengan anggaran sebesar Rp. 170 juta.

“ Ini sesuai usulan masyarakat Desa Duren yang sudah di setujui bersama, dan dituangkan dalam APBDes,” Jelas Kepala Desa Duren, Sujadi, Jum'at (5/8/2016).

Sementara proses pembangunan infrastruktur desa di empat titik tersebut dikerjakan secara swakelola, dengan mengambil tenaga kerja dari penduduk Desa setempat. Karena hal tersebut, menurut Sujadi, akan memberi nilai tambah penghasilan harian bagi masyarakat Desa Duren, karena dilibatkan bekerja.

“ Hal tersebut untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi desa, mengurangi angka kemiskinan, dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat Desa Duren, “ Ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, hingga saat ini semua program yang bersumber dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) maupun yang bersumber dari Dana Desa (DD), untuk semua program sudah dilaksanakan sesuai petunjuk dan aturan yang ada.

“ Yang jelas dengan adanya Undang – Undang Desa, bisa meningkatkan pembangunan insfratruktur di desa, selain itu, bisa memperkuat pertumbuhan ekonomi desa, mengurangi angka kemiskinan, dan menyerap tenaga kerja, “ Pungkasnya. (*).
Sumber Berita : Jatim Pos