Desa Candimulya Alokasikan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Agar mobilitas warga lancar sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal, Desa Candimulya, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah rusak.....

BUMDes Desa Tambakmas Berdayakan Masyarakat Melalui Unit Usaha Cor Beton

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merupakan desa yang menonjol dibidang pertanian dan holtikultura.......

Desa Mejayan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Warga

FORUM JURNALIS MADIUN, MEJAYAN - Sebagai jantung Ibu Kota Kabupaten Madiun, desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun dalam melaksanakan pembangunan desa .....

BUDIDAYA BIBIT IKAN GURAMI DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Ikan Gurami merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komuditi perikanan air tawar yang cukup tinggi .....

PETANI CENGKEH DI DESA TILENG BUTUH CAMPUR TANGAN PEMKAB MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujannya .....

Tuesday, 30 August 2016

Jenang Gempol, Salah Satu Makanan Khas Tradisional Desa Kranggan

Geger – Jenang gempol merupakan salah satu makanan khas tradisional yang ada di Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Jenang Gempol yang terbuat dari tepung beras, kelapa dan gula merah ini diolah dengan cara yang sangat sederhana dan masih sangat tradisional menjadikan ciri khas dari masakan tersebut.

Seperti yang diceritakan Agustiah, salah satu pembuat jenang gempol di RT. 10, Dusun Krajan, Desa Kranggan, menurutnya, jenang gempol hasil masakan masyarakat Desa Kranggan ini rasanya luar biasa, selain memiliki rasa yang khas juga terasa gurihnya.

Usaha turun temurun yang sudah dirintis sejak 15 tahun yang lalu ini, setiap hari bisa menghabiskan lebih dari 1 Kg untuk masing – masing bahan baku. Dengan cukup 3 jam dalam proses memasaknya jenang gempolpun siap di sajikan dengan bumbu serabi dan kuah santan sebagai pelengkapnya.

“ Kalau dulu sehari bisa menghabiskan 15 Kg, karena kita setorkan ke pasar – pasar, tapi sekarang maksimal hanya bisa menghabiskan 2 Kg, “ Katanya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk melakukan usaha jenang gempol ini tidaklah sulit dan tidak memerlukan modal yang besar namun cukup kemauan dan ketlatenan bisa berwirausaha di bidang dagang.

“ Untuk hasil penjualannya cukup lumayan, bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membiayai anak-anak, karena bisa dipastikan jenang gempol ini tiap hari bakal habis terjual,” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kranggan, Sriyono, menuturkan hingga saat ini di Desa Kranggan sudah ada sekitar 20 orang penjual jenang gempol, dengan para pelanggan dan pembeli dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Kepala Desa Kranggan berharap usaha jenang gempol ini terus popular dan terus berkembang, sehingga bisa meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Desa Kranggan.

“ Yang jelas kita sangat mendukung perkembangan usaha ini sebagai salah satu gebrakan UMKM yang ada di desa, dan kedepan setelah terbentuknya BUMDes di tahun 2017 kita akan berusaha membantu para pedagang ini sehingga bisa terus berkembang dan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Pungkasnya. (*).

Sumber Berita : Media Jatim Pos 

Sunday, 7 August 2016

Desa Sumbersari Adakan Pelatihan Pembuatan Kue

SARADAN - Di eras saat ini pemerintah pusat sampai daerah telah mencanangkan bahwa warga masyarakatnya harus bisa kreatif dan inovatif dalam segala hal, terutama dalam hal peningkatan SDM dan ekonomi masyarakatnya. Dengan adanya ini, maka masyarakat Desa Sumbersari Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, telah mengadakan pelatihan aneka macam kue baik kue kering maupun kue basah.

Peserta pelatihan ini diikuti oleh 19 orang warga masyarakat desa Sumbersari, pembina pelatihan diambil dari Balai Latihan Ketrampilan (BLK) Kabupaten Madiun yaitu dua orang Suyanto, S.Pd, dan Ninda, S.Pd selaku tutor (pembina pelatihan) bertempat di panti PKK desa Sumbersari (Balai Pelatihan Desa Sumbersari) lama pelatihan pembuatan aneka kue basah dan kering ini selama 30 hari, dimulai dari 26 Juni sampai dengan 26 Juli 20146.

Adapun aneka kue yang dilatihkan diantaranya kue kering : nastar, stick, busa kepiting, lidah kucing, makroni, pukis keju, bakpia, kukis sele kacang putri salju, sedangkan kue basah diantaranya : roti tawar, sele srikaya, roti manis isi saos, roti boy, donat ubi, roti goreng gula-gula, pizza mini, bakpau dan roti siopa.

Tujuan diadakannya pelatihan aneka roti basa dan kering dari BLK Kabupaten MAdiun untuk warga Sumbersari (Ibu-ibu PKK) ini adalah untuk menambah SDM dan peningkatan perekonomian warganya. Selama pelatihan berlatihan berlangsung sudah banyak warganya yang berdatangan untuk memesan kue kering dan basah tersebut berarti secara tidak langsung warga desa Sumbersari dan warga desa sekitarnya antusias untuk membeli produk aneka roti dan hasil pelatihan ini. Dengan demikian produk roti dari hasil pelatihan ini sangat enak dan harganya terjangkau. Dalam hal pemasarannya tidak mengalami kesulitan dan bahan bakunya sangat mudah di dapat.

Desa Sumbersari kecamatan Saradan Kabupaten Madiun dengan luas wilayah : 353.575 Ha, batas wilayah desa Sumbersari, sebelah utara Desa Sambirejo, sebelah selatan : Desa Sukorejo, sebelah barat : Desa Bader dan sebelah timur : Desa Klumutan. Desa Sumbersari terdapat 5 dusun diantaranha : Kasun Sumbersari : Subandrija, Kasun Patran I Abdul Kadir, Kasum Patran II Sugianto Kasun Kenep I, Suroto dan Kasun Kenep II Sukidi.

Perangkat Desa Sumbersari diantarnaya Kepala Desa : Prijo Wibowo, SE, Kaur Pemerintahan : Rudi Suprapto, Kaur Keuangan : Djarni, Kaur Umum Nur Kholis, Kaur Pembangunan : Sumawan, Kaur Kesejahteraan Masyarakat : Parsianto, Kebayan : Tholibin, Modin : Supono, uceng : Sadiman, Modin : Moh. Jaelani, Jogoboyo Subiyanto dan Kabayan Sri Kardati, sedangkan lembaga desa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ketua : Tedjo Harianto, BA, Sekretaris : Drs. Hery Susantoro, anggota : Suyoto, Parminto, Sutarno, Gamin Pranoto, Supono, Madi dan Mimin Dwi Jayanti. Adapun LKMD Ketua Ahmad Suyuti, Sekretaris : Djasmanto, Bendahara : Ilyas, seksi keagamaan : Suyitno, seksi keamanan dan ketertiban lingkungan : Harjito, seksi pendidikan dan kebudayaan Hanuri, Seksi kesehatan kependudukan dan KB : Suroto, seksi perekonomian dan Koperasi : Soeradji, seksi pembangunan fisik prasarana : Slamet seksi pemberdayaan perempuan Pratini Wahyu Utami, seksi lingkungan hidup Jaimin, seksi pemuda dan olahraga : Imam Syafi’i, dan seksi kesehatan lingkungan : Sumadi, semua lembaga yang ada di desa ini saling bahu membahu dan bekerjasama, bergotong royong dalam kemakmuran dan mensejahterakan warga masyarakat desanya. (*). 


Sumber Berita : Suara Media Nasional


Dana Desa Wayut Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kepala Desa Wayut, Jiwan, Subroto
JIWAN – Desa Wayut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun mengerjakan Dana Desa untuk perbaikan jalan guna memperlancar ekonomi masyarakat Desa Wayut.

Kepala Desa Wayut, Subroto mengatakan pembangunan jalan Desa yang sudah 100% selesai sesuai dengan hasil musyawarah masyarakat Desa Wayut, teknisnya dana Desa di bagi secara merata untuk 4 titik, pertama perbaikan jalan Desa RT. 3 dan RT. 4 dengan volume 25x384 meter dengan dana Rp 75 juta, kedua di Dusun 2 jalan purbosejati perbaikan jalan Desa dengan volume 3 x 348 meter dengan dana Rp. 79 ,250 juta ada 2 tempat, ketiga RT. 16 perbaikan jalan desa dengan volume 2,5 x 256 meter dengan dana Rp. 50 juta, keempat pengaspalan jalan Desa volume 2,5 x 256180 meter dengan dana Rp. 60 juta, ungkap Kades, Subroto.

Lebih lanjut Kepala Desa Subroto berharap dengan adanya pengaspalan jalan Desa agar masyarakat bisa merawat jalan tersebut, swadaya timbul gotong royong karena merasa memiliki, karena jalan aspal tidak tahan dengan genangan air dan mudah rusak, maka masyarakat Desa Wayut bisa merawatnya.(*)

Sumber Berita : Jagad Pos

Desa Sidorejo Tingkatkan Produk Unggulan Keripik Ketela Berbagai Rasa

Kepala Desa Sidorejo, Wungu, Suradi, S.Sos
WUNGU - Desa Sidorejo Kecamatan Wungu Kab. Madiun dengan luas wilayahnya 297.799 Ha dengan batas wilayahnya sebelah utara kelurahan Banjarejo Kota Madiun, sebelah timur Desa Pilangrejo Kec. Wungu, sebelah selatan desa Sukosari Kec. Dagangan dan sebelah barat kelurahan Demangan Kota Madiun.

Desa Sidorejo dengan jumlah penduduk 5.592 jiwa laki-laki 2803 orang perempuan 2.789 orang yang memiliki beberapa lembaga desa diantaranya Kepala Desa Sidorejo : Suradi, S.Sos, sekretaris desa Mohmudin, kepala Dusun Balong; Suwarno, Kepala Dusun Bantengan Agus Santoso, Kepala Desa Ceper : Yanto, staff uruasn pemerintahan : Purwanto, Staf Urusan Umum Mudjianto, Modin : Supriyadi, Sambong Gayuh Prasetyo dan Kebayan : Suwadi.

Adapun Lembaga Badan Permusyawaratna Desa (BPD) Desa Sidorejo adalah ketua Edi Purwanto, M.Pd, anggota Yusuf Wibisono, Suyanto, S.Pd, Kliwon Karyanto, Choirul Anam, Isbani, Ahmad Darus, Sukartono dan Kuswadi sedangkan lembaga pemberdayaan dan kesejahteraan musyawarah desa (LPKMD) desa Sidorejo adalah : Ketua Siswoyo, sekretaris Edi Limawan, S. Sos, Bendahara Drs. Arif Marstyono, M.Si, Seksi Perekonomian dan Koperasi : Hartoyo, Seksi Pembangunan Fisik Prasarana : Sutrisno, Seksi Pemberdayaan Perempuan Dra. Ari Tri Lestari, Seksi Lingkungan Hidup : Suyitno, Seksi Pemuda dan Olahraga : Subarno dan Seksi Kesejahteraan Sosial Sujianto.

Desa Sidorejo Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun mempunyai beberapa produk rumahan (home industri) diantaranya kripik ketela rasa gandum dan krupuk beras rasa udang. Kedua produk unggulan milik Sri Suryani ini sudah berjalan kurang lebih 3 tahun yang lalu, walaupun usianya tergolong masih belia, tapi produknya kripik ketela rasa gandum dan krupuk beras rasa udang ini sudah banyak diminati para pembeli, terutama warga sekitarnya dan di desa-desa sekitarnya, karena rasanya yang enak, gurih dan renyah. Siapapun bila menikmati akan suka dan bisa menjadi ketagiahn, karena rasanya dan harganya yang sangat terjangkau dan murah. Home industri milik Sri Suryani ini mempunyai pegawai 5 orang, kripik dankrupuk milik Sri Suryani ini dijual masih mentah dan dikemas per kg harga kripik ketela rasa gandum per kg Rp.26.000 dan krupuk beras rasa udang per kg Rp. 20.000.

Dalam pemasarannya kripik ketela rasa gandum dan krupuk beras rasa udang tidak mengalami kesulitan karena pembelinya pada datang sendiri di tempat produksi dan juga banyak pemesannya baik lingkungan sekitar maupun tetangga desa sekitarnya (*). 

Sumber Berita : Suara Media Nasional