Desa Candimulya Alokasikan DD Untuk Pembangunan Infrastruktur

FORUM JURNALIS MADIUN, DOLOPO - Agar mobilitas warga lancar sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal, Desa Candimulya, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun menggunakan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur jalan yang sudah rusak.....

BUMDes Desa Tambakmas Berdayakan Masyarakat Melalui Unit Usaha Cor Beton

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun merupakan desa yang menonjol dibidang pertanian dan holtikultura.......

Desa Mejayan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Warga

FORUM JURNALIS MADIUN, MEJAYAN - Sebagai jantung Ibu Kota Kabupaten Madiun, desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun dalam melaksanakan pembangunan desa .....

BUDIDAYA BIBIT IKAN GURAMI DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, KEBONSARI - Ikan Gurami merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komuditi perikanan air tawar yang cukup tinggi .....

PETANI CENGKEH DI DESA TILENG BUTUH CAMPUR TANGAN PEMKAB MADIUN

FORUM JURNALIS MADIUN, DAGANGAN - Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujannya .....

Sunday, 15 May 2016

Sholawat Khataman, Ikon Budaya Desa Sewulan

DAGANGAN - Sewulan, inilah nama sebuah desa yang berada di Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Selain terkenal karena adanya makam kerabat Gus Dur, desa dengan semboyan ASRI (Aman-Sejahtera-Rukun-Inovatif) ini juga dikenal dengan adanya budaya lelulur berupa "Sholawat Khataman Nabi".
 
Menurut Kepala Desa (Kades) Sewulan, Sukarno, budaya Sholawat Khataman Nabi di desanya, sudah ada sejak dulu. Karena itu, semua dusun yang berada di Desa Sewulan, mempunyai group Sholawat Khataman Nabi.

"Jadi Sholawat Khataman Nabi, sudah ada sejak jaman leluhur kami. Kami selaku anak cucu, tinggal melestarikan. Pokoknya kalau ada warga yang punya hajat, sebagian besar pasti menggelar Sholawat Khataman Nabi. Misalnya acara khitanan atau sepasaran bayi," terang Kades Sewulan, Sukarno, kepada wartawan, Rabu 11 Mei 2016.

Menurutnya lagi, Sholawat Khataman Nabi, sedikitnya dipentaskan oleh 25 orang. Sedangkan musik pengiringnya berupa gendang dan gembrong yang ditabuh oleh laki-laki maupun wanita.

"Kami sengaja melestarikan budaya bernuansa Islami ini dengan madsud agar anak anak kami tidak terpengaruh oleh budaya barat. Karena pada Sholawat Khataman Nabi, ada nilai luhur yang adiluhung. Ini juga untuk mensinergikan warga agar selalu guyub rukun," tandasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Sholawat Khataman Nabi ini mengisahkan tentang perjalanan Nabi Mohammad SAW, mulai sejak lahir hingga menjadi Rasul. Dari biografi Nabi akhir jaman yang dikemas dalam seni budaya Sholawat Khataman Nabi, diharapkan masyarakat muslim setempat selalu mengingat perjuangan Nabi Mohammad SAW dan mencontoh perilakunya.

"Jadi sangat lengkap sekali. Kisah mulai beliau lahir hingga diangkat menjadi Nabi, semua kita kisahkan dalam Sholawat Khataman Nabi. Dan agar mudah dipahami, kami menggunakan bahasa Jawa. Kalau naskah aslinya menggunakan huruf Arab. Kemudian kami salin ke dalam huruf Latin dalam bahasa Jawa," pungkasnya.

Untuk diketahui, Desa Sewulan yang berada sekitar 7 kilometer arah selatan Kota Madiun, pernah menjadi bagian kehidupan masa kecil Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di desa ini, juga terdapat Masjid kuno yang dibangun oleh Raden Mas Bagus Harun atau yang lebih dikenal dengan nama, Basyariyah. Di belakang masjid yang dibangun pada tahun 1740 Masehi itu, terdapat makam kerabat Gus Dur. (*)

Sumber Berita : Beritalima.com

Potensi Desa Prambon, Memperdayakan Usaha Jamur Tiram

DAGANGAN - Desa Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun memiliki potensi luar biasa dalam menghasilkan produk pangan segar,hal tersebut juga sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan di Desa Prambon.

Kades Prambon Yudho Prasetyo S,sos dengan  pengusaha
jamur tiramWahyu Winarti saat di lokasi jamur tiram putih
Budidaya jamur tiram putih  bisa menjadikan peluang bisnis  yang menjanjikan.   Terbukti salah satu warga  Desa Prambon, Wahyu Winarti  berhasil membudidayakan sedikitnya 6000  buah baglog yang di simpan di dalam sebuah  bangunan penyimpanan,”kalau 1 buah  baglog 3 hari sekali bisa panen, kalau 6000  buah baglog bisa di atur supaya bisa panen tiap hari, jadi buat panen bertahap paling sepi perhari 15 kg sedangkan kalau maksimal bisa 20-30 kg per hari panennya,” tutur Wahyu Winarti. 

Dia menjelaskan baglog adalah media tanam bagi jamur tiram putih,  di sinilah jamur putih akan tumbuh. “ Di baglog biasanya terbuat dari serbuk gergaji  yang di bungkus dengan plastik berbentuk silinder,  pada salah satu ujungnya  di beri lubang, ini sebagai tempat  jamur menyebul keluar,” Jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, Baglog berukuran 1 kg di beli dengan harga Rp 2000, sedangkan perawatanya sebelum baglog di susun di rak buka terlebih dahulu kertas dan cincin penutup baglog di diamkan selama 5 hari, dan karena lantai terbuat dari tanah maka perlu di lakukan penyiraman 3 kali sehari untuk menambah kelembaban. “ Untuk proses selanjutnya potong ujungnya agar ruangan pembentukan jamur lebih lebar, potong ujung baglog sprayer dengan siraman berbentuk kabut, “ Jelasnya lagi.
Di  tahun 2014  awal mula budi daya jamur tiram di akui memang banyak kendala, mulai dari jamur membusuk hingga berulat, namun berkat keuletan dan ketelatenan dan belajar dari pengalamannya lama kelamaan tidak terjadi lagi jamur membusuk maupun berulat. “ Tiap  hari sebanyak tiga kali di sirami  lantainya biar kelembabanya bisa terjaga, “ Ungkap Wahyu Winarti.
Dengan harga jamur tiram putih yang di hargai Rp 10.000,- per kilo gram maka bisa mengatongi hingga Rp 150.000,- sampai Rp 300.000,- per hari. ”makanya kita berharap saat ini bisa 6000 buah bglog ke depan bisa dua kali lipat karena sudah persiapakan bangunan untuk penyimpanan,karena penghasilanya lumayan,”kata Wahyu Winarti.
Sementara itu, Kepala Desa Prambon Yudho Prasetyo S,Sos mengatakan untuk tidak takut dalam  berusaha, Dia mencontohkan seperti halnya  Wahyu Winarti ini, semangat dan motivasinya  untuk lebih kreatif dalam berwira usaha serta melihat peluang yang ada,karena di Desa Prambon bertani hanya panen dua kali tanam karena tanahnya merupakan tadah hujan.
Menurut Kepala Desa Prambon, selain budidaya jamur tiram putih milik  Umul dan Wahyu Winarti di Desanya juga ada banyak potensi diantaranya,Tusuk sate usaha milik Pak Anik, ayam petelur milik Bukori dan Ahmad Rosidi, Sirup asem usaha milik Setiasiah dan susu kambing etawa dari peternakan Tomo.
“ Dulu masyarakat Desa Prambon tidak mengira jamur tiram putih bisa menghasilkan uang, namun kini yang terjadi sebaliknya  bisa menghasilkan ladang bisnis yang prospeknya sangat menjanjikan,” Pungkasnya. (*)

Sambong Desa Prambon  Junaedi,saat di lokasi Jamur Tiram
Sumber Berita : Koran Jagad Pos       

Monday, 4 April 2016

BUPATI MADIUN MENINJAU PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

KABUPATEN MADIUN – Bupati Madiun, H. Muhtarom melakukan peninjauan pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) bagi siswa kelas 12 SMA/SMK/MA Tahun Pelajaran 2015/2016 di wilayah Kabupaten Madiun. Sejumlah sekolahan yang ditinjau Bupati Madiun tersebut diantaranya SMK N 2 Jiwan, SMA N 1 Geger dan MAN Rejosari, Kebonsari.
 
Sedangkan Wakil Bupati Madiun, H. Iswanto,  meninjau di wilayah Kec. Dagangan, Kec. Geger dan Kec. Kebonsari. Sedangkan rombongan ke tiga yang dipimpin oleh Sekda Madiun meninjau pelaksanaan Ujian Nasional diwilayah Kec. Mejayan dan Kec. Wonoasri.    

” Saat ini di Kabupaten Madiun ada 51 sekolah yang melaksanakan Ujian dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) , sedangkan jumlah siswa didik yang mengikuti ujian mencapai 10 ribu lebih,” Kata Bupati Madiun, H. Muhtarom di sela-sela Sidak Unas, Senin (4/4/2016).

Menurutnya,  sekolah yang melaksanaan UNBK ini terbagi tiga sif dan akan berakhir hingga pukul 16.00 . Dari 13 SMA/K di Kabupaten Madiun ada 10 SMA/K yang menggunakan sistem UNBK, diantaranya Untuk SMA ada 3.378 siswa , SMK ada 2.042 siswa dan MA ada 766 siswa.

” Harapannya hasil ujian nasional tahun ini dapat meningkat, jika dibandingkan dengan tahun kemarin. Kalau saja tahun kemarin bisa masuk ke perngkat 5 besar, maka diharapkan tahun ini juga demikian. Syukur-syukur bisa lebih baik lagi,” Harap Bupati Madiun.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Soehardi menuturkan persiapan Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) SD/MI, SDLB, Program Paket A/Ula, dan Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA, SMALB, SMK Tahun Pelajaran 2015/2016 yang dilakukan Sekolah di Kabupaten Madiun diantaranya, Sosialisasi Ujian Nasional baik kepada siswa, guru, dan wali murid, Istighosah, Intensif Belajar (IB), Pendampingan oleh Guru BK dan Melaksanakan Try Out sekolah dan Try Out bersama se Kabupaten Madiun (*).


Berikut kesiapan Ujian Nasional Tahun 2016 : 

Kebutuhan Pengawas Ruang Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) SD/MI, SDLB, Program Paket A/Ula dan Ujian Nasional (UN) SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016 :
1.     
SD/MI
:
-    Jumlah Pengawas Ruang  =  1.422.pengawas
-    Jumlah Ruang ±= 711   ruang
2.     
SMP/MTs          PBT
:
-    Jumlah Pengawas Ruang  =      460 pengawas
-    Jumlah Ruang  =  230   ruang

SMP/MTs          UNBK
:
-    Jumlah Pengawas Ruang  =      288 pengawas
-    Jumlah Ruang  =  144± ruang
3.     
SMA/MA       PBT
:
-    Jumlah Pengawas Ruang  =      118 pengawas
-    Jumlah Ruang  =    59  ±ruang

SMA/MA       UNBK
:
-    Jumlah Pengawas Ruang  =      112 pengawas
-    Jumlah Ruang  =    56 ± ruang
4.     
SMK              PBT
:
-    Jumlah Pengawas Ruang  =        66 pengawas
-    Jumlah Ruang  =    33 ± ruang

SMK              UNBK
:
-    Jumlah Pengawas Ruang =       180 pengawas
-    Jumlah Ruang  =    90 ± ruang
5.     
SMPLB
:
-    Jumlah Pengawas Ruang  =      6 pengawas
-    Jumlah Ruang  =   3  ± ruang
6.     
SMALB
:
-    Jumlah Pengawas Ruang =       8 pengawas
-    Jumlah Ruang  =   4 ±  ruang
7.
Paket B / Wustha
:
-    Jumlah Pengawas Ruang =     14 pengawas
-    Jumlah Ruang  =   7 ±  ruang
8.
Paket C

-    Jumlah Pengawas Ruang =     12 pengawas
-    Jumlah Ruang  =   6 ±  ruang

Persyaratan Teknis Sekolah/Madrasah Pelaksana UNBK
a. Menyediakan petugas laboratorium komputer (minimal 1 proktor dan 1 teknisi)
b. Menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sebagai berikut :

Server (utama dan cadangan) :
1. PC/Tower/Desktop (bukan laptop)
2. Processor 4 core dengan clock rate minimal 400 MHz
3. RAM 8 GB, DDR 3
4. Harddisk 250 GB
5. Operating System (64 bit) : Windows Server / Windows 7 / Linux Ubuntu 14.04
6. LAN CARD, dua unit
7. UPS (tahan 15 menit)
8. Jumlah server mengikuti rasio 1 : 40 (1 server maksimal untuk 40 client)
9. Cadangan 1 server

Client (utama dan cadangan)
  1. PC atau Laptop
  2. Monitor minimal 12 inch
  3. Processor minimal dual core
  4. RAM minimal 512 MB
  5. Operating System : Windows XP/Windows 7/Windows 8/LINUX
  6. Web Browser ; Chrome/Mozilla Firefox/Xambro
  7. Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)
  8. LAN card
  9. Jumlah client mengikuti rasio 1 : 3 (1client untuk 3 peserta)
10. Cadangan minimal 10%
11. Headseat/earphone (untuk ujian listening SMA/MA dan SMK)

Jaringan internet dengan bandwidth minimal 1 Mbps

Jaringan area lokal (Local Area Network – LAN)
1. Swicth dengan jumlah port sesuai dengan jumlah komputer pada setiap server.
2. Setiap server harus memiliki swicth sendiri (tidak digabung dengan server lain).